Polresta Surakarta Perkuat Tracing TBC Libatkan Bhabinkamtibmas

SURAKARTA || jatenggayengnews.com – Polresta Surakarta menggandeng Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pelibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam program tracing atau pelacakan kasus di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wirasatya’96 Polresta Surakarta tersebut diikuti seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polresta Surakarta. Hadir dalam kegiatan itu Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Retno Erawati Wulandari, para pejabat utama, serta para Kapolsek jajaran.

Program tracing TBC ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program nasional menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis. Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas dibekali pemahaman untuk membantu deteksi dini kasus TBC hingga tingkat kelurahan dan desa.

Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Surakarta.

BACA JUGA  Membaur Bersama Warga Dalam Pembuatan Talud Irigasi

“Kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran TBC di Kota Surakarta,” ujarnya.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Dengan keterlibatan aparat kewilayahan, warga yang mengalami gejala maupun memiliki kontak erat dengan penderita TBC dapat lebih cepat terdeteksi dan memperoleh penanganan medis.

AKBP Sigit juga meminta seluruh Bhabinkamtibmas aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala, pencegahan, dan pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Retno Erawati Wulandari menjelaskan bahwa tingginya mobilitas masyarakat di Kota Solo menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam pengendalian TBC.

BACA JUGA  Viral!! Gadis Pati Tantang KPK Janji Lari Tanpa Busana Jika Sudewo Jadi Tersangka

Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala utama TBC, salah satunya batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan penyakit tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor.

“Kami akan terus menggandeng berbagai stakeholder, termasuk Polresta Surakarta, agar upaya penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif dan optimal,” katanya.

Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menambahkan bahwa sinergi antara tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan sangat penting dalam mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat.

Menurutnya, tenaga kesehatan bertugas menangani aspek medis, sementara Bhabinkamtibmas dapat membantu menggerakkan tokoh masyarakat dan warga untuk mendukung program penanggulangan TBC.

BACA JUGA  Irjen Pol Ahmad Luthfi Mengatakan Pemimpin Adalah Pribadi Yang Siap Berkorban

“TBC merupakan penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk mencegah dan mengendalikan penyebarannya,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Polresta Surakarta dan Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC semakin meningkat, sehingga upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan kasus dapat berjalan lebih cepat dan efektif demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2