Orangtua Siswa SMKN PP Tapsel Resah, Bangunan Sekolah Dipakai Sekolah Rakyat

Nasional312 Dilihat

Foto: Orangtua Siswa SMKN PP Tapsel Resah, Bangunan Sekolah Dipakai Sekolah Rakyat

Tapanuli Selatan || jatenggayengnews.com – Proyek rehabilitasi delapan unit bangunan di SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMK N PP) Tapanuli Selatan tengah berlangsung, dan rencananya bangunan tersebut akan digunakan untuk kegiatan belajar Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru. Informasi ini menimbulkan keresahan dan kecemasan di kalangan orang tua dan wali siswa karena khawatir keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka di sekolah tersebut terancam.

Plt. Kepala SMKN PP Tapsel, Hodma Siregar, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait pemanfaatan gedung sekolah untuk kegiatan Sekolah Rakyat. Meski begitu, ia memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar masih berjalan seperti biasa. Namun, keputusan akhir mengenai kelanjutan lokasi belajar masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA  HUT Ke-2 Provinsi Papua Barat Daya Dimeriahkan dengan Parade Budaya dan Kebersamaan

“Proses belajar tetap berlangsung, namun untuk lokasi belajar ke depan kami menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan melalui Cabang Dinas Wilayah Padang Sidimpuan,” ujar Hodma Siregar saat pertemuan dengan orang tua siswa di Aula SMK N PP Tapsel, Kamis (3/7/2025).

BACA JUGA  Komisi Kejaksaan Perkuat Sinergi dengan Penasihat Khusus Presiden

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang sedang berlangsung merupakan proyek dari Dinas Sosial Kota Padang Sidimpuan, dan pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan apakah sekolah akan pindah atau tetap di lokasi saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan orang tua siswa, Sahwan Tanjung dan Juhari Simatupang, menyampaikan sejumlah aspirasi dan permohonan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Mereka menyatakan mendukung program Sekolah Rakyat, namun berharap agar anak-anak mereka tidak dipindahkan dan tetap bisa belajar di lokasi yang sama. Mereka juga meminta agar ruang belajar dikembalikan seperti semula dan berharap adanya sosialisasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Warga Tuban Adukan Oknum Jatanras ke Polda Jatim atas Dugaan Penyiksaan

“Kami mohon agar permintaan ini dapat diteruskan ke DPRD, Wali Kota, Dinas Sosial, dan Cabang Dinas Pendidikan untuk memberikan kejelasan yang pasti demi ketenangan kami sebagai orang tua,” ujar Juhari Simatupang.