Viral Anak Minta Presiden Tinjau Kasus Medan

Nasional15 Dilihat

MEDAN || jatenggayengnews.com — Sebuah video yang memperlihatkan dua anak kecil memegang spanduk bertuliskan “Tolong Kami Bapak Presiden Prabowo, tolong datanglah ke Polrestabes Medan” viral di media sosial pada Senin (27/4/2026). Aksi tersebut sontak menyita perhatian publik setelah diunggah di platform seperti TikTok dan Facebook.

Dalam spanduk itu juga tertulis permintaan agar Presiden melihat langsung kasus yang disebut sebagai ketidakadilan, di mana korban pencurian justru ditetapkan sebagai tersangka. Kedua anak tersebut diduga merupakan keluarga dari korban dalam kasus dugaan pencurian di wilayah Pancur Batu.

Kasus ini sebelumnya memang telah menjadi sorotan publik. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, bahkan sempat memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut.
“Kami sudah memberikan atensi dan mendorong penangguhan penahanan terhadap korban yang ditahan,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.

BACA JUGA  Satresnarkoba Ringkus Pengguna Narkoba di WTS Gubug

Peristiwa bermula pada 23 September 2025, ketika korban melaporkan pencurian di toko ponsel milik keluarganya ke Polsek Pancur Batu. Dalam kejadian itu, brankas dibongkar dan sejumlah barang seperti ponsel serta voucher dilaporkan hilang, dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA  Fokus Peningkatan Perekonomian, Pemprov Jateng Sepakati Anggaran Untuk APBD 2024

Namun dalam perkembangannya, korban justru diduga menjadi tersangka setelah diminta untuk menangkap pelaku sendiri. Bahkan, kasus ini semakin rumit dengan adanya laporan balik yang menuding korban melakukan penganiayaan saat proses penangkapan pelaku di sebuah hotel.

Pihak keluarga korban juga menduga adanya keterlibatan oknum tertentu yang memengaruhi proses hukum, sehingga memicu polemik di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Polda Jateng Himbau Ngabuburit Tidak Diwarnai Pelanggaran Lalu Lintas

Kapolrestabes Medan sebelumnya disebut telah bertemu dengan keluarga korban dan berjanji akan menyelesaikan perkara tersebut. Namun, keluarga menilai hingga dua bulan berlalu, belum ada kejelasan atas janji tersebut.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik, sementara masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk memberikan kepastian dan rasa keadilan.