Perhutani Semarang Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau

Peristiwa153 Dilihat

BOYOLALI || Jatenggayengnews.com – Perhutani KPH Semarang menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengikuti Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Tahun 2026 yang digelar di kawasan hutan Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani KPH Semarang diwakili oleh Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, didampingi tujuh personel Polisi Hutan, Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan, Pembina Pramuka Saka Wanabakti, serta tiga anggota Pramuka Saka Wanabakti KPH Semarang.

Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, S.Hut., M.S.E., dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah beserta jajaran, Administratur dari 20 KPH lingkup Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Kapolres Boyolali, Dandim 0724/Boyolali, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, perwakilan instansi kehutanan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Pramuka Saka Wanabakti, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), hingga unsur masyarakat dan Pemerintah Desa Candisari.

BACA JUGA  Dua Ibu Rumah Tangga Tertangkap Bawa Sabu Saat Penjemputan Haji

Dalam amanatnya, Heru Djatmika mengingatkan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun 2026 berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut dinilai berisiko meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” tegas Heru.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapan personel dan sarana pendukung, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran.

BACA JUGA  Bupati Grobogan Tinjau Lokasi Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang

“Melalui apel kesiapsiagaan ini, saya mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kesiapan personel dan sarana pendukung, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, menegaskan bahwa keikutsertaan Perhutani KPH Semarang dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya pencegahan dan pengendalian karhutla melalui kolaborasi bersama pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat.

“Perhutani KPH Semarang siap mendukung upaya pengendalian karhutla melalui patroli preventif, sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” kata Andi.

Tidak hanya apel, kegiatan juga diisi dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan unsur Perhutani, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai elemen lainnya. Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat koordinasi lapangan dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

BACA JUGA  Mirisss! Dua Orang Warga Banjarnegara Diamankan Polisi Gegara Curi Sepeda Motor 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kesiapsiagaan yang semakin kuat dan terintegrasi antarinstansi, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal menjelang puncak musim kemarau tahun 2026.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2