Pegawai BPS Dibunuh Rekan Kerja, Uang Dipakai Judi Online

Halmahera Timur || jatenggayengnews.com — Duka mendalam menyelimuti Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur setelah salah satu pegawainya, KLP alias Tiwi (30), ditemukan tewas secara tragis di kamar indekosnya, Sabtu (19/7). Yang lebih mengagetkan, pelaku pembunuhan adalah rekan kerjanya sendiri, Aditya Hanafi (27).

Hasil penyelidikan aparat mengungkap motif mengejutkan: pembunuhan dilakukan demi uang yang digunakan bukan untuk biaya pernikahan, seperti rumor yang sempat berkembang, tetapi untuk kepentingan pribadi pelaku—termasuk membayar utang dan berjudi secara daring.

“Tidak benar bahwa uang itu untuk biaya pernikahan,” tegas Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya, saat dikonfirmasi Minggu (10/8).
“Sebagian uang digunakan pelaku untuk membeli tiket pesawat orang tuanya dari Jakarta ke Ternate, melunasi utang, dan sisanya dipakai untuk deposit judi online.”

Polisi menjelaskan bahwa sebelum kejadian, pelaku sempat meminjam uang kepada korban. Namun karena ditolak, pelaku yang kala itu berada di kamar calon istrinya (yang juga teman dekat korban), mengikuti korban ke kamar kos dan melancarkan aksinya.

Setibanya di lokasi, Aditya memaksa korban membuka ponsel dan memberikan PIN aplikasi keuangan. Ia kemudian mentransfer dana Rp38 juta ke akun pribadinya dan mengajukan pinjaman online atas nama korban, hingga total uang yang dikuras mencapai Rp89 juta.

Tidak berhenti sampai di situ, Aditya kemudian membekap korban hingga meninggal dunia.

Setelah pembunuhan, pelaku melarikan diri ke Ternate dan tetap melangsungkan akad nikah beberapa hari setelah kejadian, seolah tidak pernah melakukan tindakan keji.

Namun pelariannya tak berlangsung lama. Polisi berhasil menangkap Aditya sesaat setelah pernikahan digelar.

“Kami sudah memeriksa delapan saksi, termasuk rekan dan orang dekat korban. Istri pelaku juga akan dimintai keterangan,” jelas Kapolsek Maba Selatan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya merupakan pembunuhan berencana dan perampokan, tetapi juga terkait dengan praktik pencucian uang melalui judi online.

“Kasus ini jadi bukti nyata bahwa judi online bisa mendorong seseorang melakukan tindak kriminal serius, termasuk menghilangkan nyawa,” tutur Ipda Habiem Ramadya.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan instansi tempatnya bekerja. Tiwi dikenal sebagai pegawai yang ramah, rajin, dan berdedikasi tinggi.

Kini, proses hukum tengah berjalan dan masyarakat menanti jalannya persidangan yang diharapkan membawa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Gambar 1 Gambar 2
BACA JUGA  Kodim 0719/Jepara Turut Meriahkan Karnaval Budaya