Deli Serdang||Jatenggayengnews.com – Praktik judi togel atau Toto Gelap (Togel) yang dikenal luas oleh masyarakat kini semakin marak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Judi togel, khususnya dengan merk DM, diyakini telah berkembang pesat dan menjamur di hampir setiap desa dan dusun di kecamatan-kecamatan di wilayah ini. Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan bagaimana bisnis ilegal ini bisa berkembang begitu bebas dan tanpa kendali.
Pada Rabu (18/12/2024), sejumlah informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa togel merk DM kini memiliki jaringan yang sangat terstruktur. Bahkan, bisnis perjudian ini mudah ditemukan di warung-warung kopi di berbagai dusun dan desa, khususnya di Kecamatan Batang Kuis, Beringin, Lubuk Pakam, Pagar Merbau, dan Tanjung Morawa. Di tempat-tempat ini, transaksi togel berjalan lancar dengan target pasar yang besar, mulai dari pagi hingga malam hari.
“Semua merk ada di Deli Serdang ini bang, namun bendera merk DM yang paling besar, abang taulah milik siapa ya kan,” ungkap seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya. Menurut narasumber, praktek togel dengan merk DM ini beroperasi dari pagi hingga malam, dengan jadwal pemasangan yang cukup teratur: mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB (Sidney), 14.00 WIB hingga 17.00 WIB (Singapura), dan malam hari dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB (Hong Kong).
Bisnis togel ini, yang merupakan bentuk judi online, juga semakin terasa keberadaannya karena hampir setiap dusun dan desa di Deli Serdang menyediakan layanan taruhan togel dengan merk yang berbeda-beda. Namun, menurut sumber, merk DM adalah yang paling dominan, bahkan dicurigai memiliki hubungan dengan oknum aparat penegak hukum, yang memungkinkan praktik ilegal ini terus berjalan tanpa gangguan berarti.
“Ada beberapa pemasangan dari pagi hingga malam. Tidak mungkin pihak berwajib tidak tahu, karena togel ini hampir ada di semua dusun dan desa. Dimana-mana ada dan mudah didapatkan,” ujar sumber tersebut.
Peningkatan aktivitas togel ini bukan tanpa kontroversi. Beberapa minggu lalu, praktek togel merk Black yang dikenal dengan nama alias “Rijal” sempat menjadi sorotan media setelah juru tulisnya di Tanjung Morawa ditangkap polisi. Meski demikian, menurut narasumber, meskipun ada beberapa penangkapan, jaringan togel dengan merk DM tetap kuat dan sulit dihentikan.
“Kuat bang merk DM ini, baru saya beli tadi di Lubuk Pakam, pakai logo dan kupon yang jelas,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo, SIK, yang dimintai konfirmasi terkait masalah ini melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Namun, upaya untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian terus dilakukan oleh media.
Fenomena ini semakin menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas penegakan hukum terhadap praktik perjudian ilegal di Deli Serdang. Terlebih lagi, dengan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran togel ini, masyarakat semakin khawatir bahwa praktik ilegal tersebut akan terus berkembang tanpa adanya tindakan tegas.






