Bhabinkamtibmas Surakarta Lulus Skrining, Siap Telusuri Kasus TB

TNI dan Polri44 Dilihat

SOLO | Jatenggayengnews.com – Polresta Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak deteksi dini di tengah masyarakat. Sebagai langkah awal, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Surakarta menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi 54 personel Bhabinkamtibmas, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Purwosari tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tracing TB Paru yang sebelumnya telah diberikan kepada para Bhabinkamtibmas.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, S.I.K., M.H., mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan seluruh personel yang akan bertugas sebagai tracer TB berada dalam kondisi prima dan bebas dari indikasi penyakit tersebut.

“Cek kesehatan dan TCM ini dilaksanakan sebelum para Bhabinkamtibmas menjalankan tugas sebagai tracer TB Paru di wilayah binaannya masing-masing. Dengan demikian, personel yang bertugas dapat dipastikan dalam kondisi sehat,” ujar AKBP Sigit saat memberikan arahan kepada peserta.

BACA JUGA  Polres Grobogan Intensifkan Patroli Malam Minggu Demi Keamanan Warga

Selain pemeriksaan kesehatan, para Bhabinkamtibmas juga mendapatkan pembekalan ulang mengenai penyakit TB Paru serta teknik pelaksanaan tracing yang efektif di lapangan.

Kasi Dokkes Polresta Surakarta, AKP Cahyono Agus, S.Kep., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai TB sangat penting agar proses pelacakan kontak erat dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta dibekali pengetahuan tentang mekanisme penularan TB melalui percikan dahak (droplet), langkah-langkah pencegahan, pentingnya penggunaan masker, penerapan etika batuk, hingga perlunya ventilasi rumah yang baik untuk mengurangi risiko penularan.

BACA JUGA  Dandim Boyolali Hadiri Peresmian Central Kitchen Badan Gizi Nasional di Ngemplak

AKP Cahyono juga menegaskan bahwa pelaksanaan tracing harus dilakukan secara humanis dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Kerahasiaan identitas pasien wajib dijaga untuk mencegah munculnya stigma maupun diskriminasi terhadap penderita TB.

“Pendekatan yang baik dan edukatif sangat penting agar masyarakat mau bekerja sama dalam proses tracing dan pengobatan,” jelasnya.

Selain melakukan pendataan dan pelacakan kontak erat, para Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan tenaga kesehatan, kader kelurahan, serta pemerintah setempat guna memperkuat upaya pengendalian TB di lingkungan masyarakat.

Kabar baiknya, hasil pemeriksaan kesehatan dan Tes Cepat Molekuler yang dilakukan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif atau tidak terindikasi menderita Tuberkulosis Paru.

Hasil tersebut memastikan bahwa seluruh Bhabinkamtibmas berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas sebagai tracer TB di wilayah kelurahan binaan masing-masing.

BACA JUGA  Hari Bhayangkara Tahanan Polres Grobogan Ikuti Lomba Adzan

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kondisi kesehatan yang prima, para Bhabinkamtibmas diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung deteksi dini kasus TB, melakukan pendataan kontak erat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan TB hingga tuntas.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi wujud sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Gambar 1 Gambar 2