PAUD Emas Jateng Siapkan Generasi Cerdas Berkarakter Sejak Dini

Semarang || jatenggayengnews.com – Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mematangkan penyusunan modul PAUD Emas Jawa Tengah sebagai langkah strategis untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan angka partisipasi anak berusia 0–6 tahun dalam pendidikan.

Program tersebut tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui semangat gotong royong. Nawal menegaskan, keberhasilan pendidikan anak usia dini membutuhkan dukungan bersama dari berbagai elemen masyarakat agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata.

Pernyataan itu disampaikan usai memimpin rapat koordinasi bersama tim penyusun modul PAUD Emas di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). Saat ini, penyusunan modul telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan resmi diluncurkan pada awal Agustus 2026.

BACA JUGA  Perkokoh Sinergitas TNI-Polri, Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jateng

Salah satu keunggulan modul PAUD Emas adalah penguatan muatan lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter anak. Materi pembelajaran akan mengenalkan budaya Jawa Tengah melalui pendidikan sopan santun (unggah-ungguh), penggunaan bahasa Jawa, pendidikan keagamaan, serta pemahaman terhadap adat dan tradisi daerah sejak usia dini.

BACA JUGA  Sat Resnarkoba Polres Grobogan Ungkap Kasus Narkotika Jenis Ganja

Di samping itu, anak-anak juga akan mendapatkan pembelajaran dasar yang disesuaikan dengan tahap perkembangannya, meliputi kemampuan literasi, numerasi, sains, teknologi, rekayasa, seni, serta aktivitas kreatif yang dikemas secara menyenangkan.

Menurut Nawal, PAUD Emas dirancang untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya lokal, sekaligus memiliki kemampuan dasar di bidang literasi dan sains sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

Untuk memperluas jangkauan program, konsep PAUD Emas juga akan diterapkan melalui layanan posyandu yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Lebih dari 49 ribu posyandu diharapkan dapat menjadi pusat stimulasi tumbuh kembang sekaligus pendukung pendidikan anak usia dini.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2