Sekolah Reot Viral di Tengah Gencarnya MBG

JAKARTA | Jatenggayengnews.com — Di tengah gencarnya promosi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mencetak generasi unggul Indonesia, publik kembali dihadapkan pada potret buram dunia pendidikan yang memantik keprihatinan luas.

Media sosial ramai membahas kondisi SDN 112329 Padang Nabidang di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Sekolah tersebut terlihat dalam kondisi memprihatinkan, dengan ruang kelas rusak, plafon berlubang, bangunan lapuk, serta berbagai fasilitas belajar yang jauh dari standar kelayakan.

Potret tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai arah prioritas pembangunan nasional, terutama saat pemerintah gencar mempromosikan pembangunan fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan anggaran yang tidak sedikit.

Banyak pihak menilai kebutuhan dasar anak-anak Indonesia tidak hanya sebatas pemenuhan gizi, tetapi juga akses terhadap pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

BACA JUGA  DPRD Grobogan Dukung Expo UMKM dan Koperasi dalam Peringatan Hari Koperasi

“Bagaimana mungkin negara berbicara tentang mencerdaskan kehidupan bangsa jika masih banyak siswa yang harus belajar di ruang kelas yang nyaris roboh?” demikian salah satu pertanyaan yang ramai disuarakan warganet.

Program MBG memang dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak. Namun, sejumlah kalangan menegaskan bahwa pendidikan dan fasilitas sekolah yang layak memiliki peran yang sama penting dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Kondisi sekolah yang rusak dinilai menjadi alarm keras bagi para pemangku kebijakan. Sebab, ukuran kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya proyek pembangunan atau program yang dijalankan, tetapi juga dari bagaimana negara memenuhi kebutuhan dasar pendidikan generasi mudanya.

BACA JUGA  Bupati Grobogan Ajak Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Pasar Gubug

Ketika masih terdapat siswa yang belajar di bawah atap bocor, ruang kelas rusak, dan fasilitas yang minim, publik menilai wajar jika muncul pertanyaan mengenai keseimbangan alokasi anggaran pembangunan.

Masyarakat pada dasarnya tidak menolak program-program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anak. Namun, mereka berharap setiap kebijakan dapat berjalan beriringan dan menyentuh seluruh aspek kebutuhan dasar anak Indonesia.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan makanan bergizi. Mereka juga membutuhkan sekolah yang layak, meja belajar yang memadai, lingkungan belajar yang aman, serta perhatian serius terhadap kualitas pendidikan.

BACA JUGA  Pelantikan Pejabat Pengawas di Kantor Imigrasi Pekanbaru: Komitmen Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Potret SDN 112329 Padang Nabidang menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Di balik berbagai program besar yang dijalankan pemerintah, perbaikan infrastruktur pendidikan tetap menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.

Sebab masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari dapur yang mampu menyediakan makanan bergizi, tetapi juga dari ruang-ruang kelas yang layak, tempat generasi penerus bangsa menimba ilmu dan meraih cita-cita.

Gambar 1 Gambar 2