Lumajang || jatenggayengnews.com – Musim giling 2026 membawa gairah baru bagi industri gula nasional. Di Pabrik Gula (PG) Jatiroto, Kabupaten Lumajang, lonjakan pasokan tebu dari petani rakyat maupun lahan Hak Guna Usaha (HGU) membuat sejumlah kantong parkir yang disiapkan pabrik penuh terisi.
Tingginya antusiasme petani mengirimkan hasil panen tebu terjadi setelah PG Jatiroto menjadi salah satu pabrik gula yang lebih dahulu membuka musim giling tahun ini, yakni sejak 9 Mei 2026.
Ketua Keamanan PG Jatiroto, Slamet Riyadi, SH., M.M., mengatakan tingginya volume tebu yang masuk menjadi indikator positif bagi sektor pergulaan dan menunjukkan kepercayaan petani terhadap pabrik gula terbesar di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, sejak buka giling tanggal 9 Mei 2026, volume penerimaan tebu cukup membludak. Karena PG Jatiroto membuka giling lebih awal dibanding pabrik gula lainnya, banyak pemasok tebu rakyat maupun HGU yang mengirim hasil panennya ke sini,” ujar Slamet, Sabtu (6/6/2026).
Lonjakan pasokan tersebut berdampak pada penuhnya seluruh kantong parkir yang telah disiapkan manajemen pabrik. Beberapa titik seperti Jobset 1, Jobset 2, Nyebaga Store, hingga GSW dipadati kendaraan pengangkut tebu yang mengantre untuk melakukan pembongkaran.
Meski demikian, kondisi di lapangan tetap terkendali. Sebagian kendaraan memang terpaksa memanfaatkan bahu jalan untuk parkir sementara, namun tidak sampai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Semua kantong parkir yang kami siapkan penuh total. Ada beberapa kendaraan yang akhirnya parkir di fasilitas jalan, tetapi alhamdulillah masih tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama musim giling berlangsung, pihak keamanan PG Jatiroto memperkuat langkah preventif dengan memasang baliho serta berbagai imbauan terkait tata tertib parkir dan aturan bagi pengemudi angkutan tebu.
Menurut Slamet, upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari para mitra petani yang tergabung dalam Forum Temu Kemitraan (FTK), termasuk organisasi petani seperti APTR dan APTRI.
“Kerja sama dengan para petani sangat membantu. Melalui Forum Temu Kemitraan, pesan-pesan keamanan dan ketertiban bisa disampaikan langsung kepada para sopir angkutan tebu sehingga suasana tetap kondusif,” katanya.
Ia menegaskan, PG Jatiroto terus melakukan pembenahan di berbagai sektor guna menciptakan tata kelola musim giling yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pabrik Gula Jatiroto saat ini terus berbenah menuju ketertiban yang lebih baik. Alhamdulillah sampai hari ini seluruh proses berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya.
Slamet berharap sinergi antara pabrik, petani, dan seluruh mitra kerja terus diperkuat agar proses produksi gula pada musim giling 2026 hingga tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih optimal.
“Harapan kami, kebersamaan dan kerja sama yang sudah terjalin baik ini dapat terus dipertahankan sehingga musim giling tahun 2026 maupun 2027 bisa berjalan lebih sukses dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” pungkasnya.






