Serbajadi || jatenggayengnews.com– Tawa riang anak-anak menggema di Losmen Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (5/6/2026). Di tengah upaya pemulihan pascabanjir, Festival Anak Huntara (Hunian Sementara) hadir membawa keceriaan sekaligus harapan baru bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Festival yang dibuka langsung oleh Camat Serbajadi, Adnan, itu menjadi wadah hiburan dan pemulihan psikologis bagi anak-anak yang hingga kini masih tinggal di kawasan Huntara. Berbagai permainan tradisional, pertunjukan seni budaya, dan kegiatan edukatif disuguhkan untuk mengembalikan semangat serta senyum mereka.
Dalam sambutannya, Camat Adnan menekankan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya harus terus ditanamkan kepada generasi muda, bahkan di tengah berbagai tantangan dan kondisi pascabencana.
“Melestarikan adat budaya nenek moyang kita terdahulu adalah salah satu sikap yang sakral untuk generasi dari masa ke masa,” ujar Adnan di hadapan peserta festival.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat yang sedang bangkit dari dampak banjir.
Festival berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari anak-anak dan warga. Berbagai penampilan seni budaya lokal turut menyemarakkan suasana, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal identitas dan tradisi daerahnya.
Adnan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen masyarakat sangat penting dalam mendukung pemulihan sosial dan mental warga terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Serbajadi, Danpospol Serbajadi, seluruh Geuchik se-Kecamatan Serbajadi, Danpos Ramil, Imum Mukim, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Masyarakat berharap Festival Anak Huntara dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang kreatif dan edukatif bagi anak-anak. Selain memperkuat pelestarian budaya lokal, kegiatan tersebut juga dinilai mampu membantu anak-anak korban bencana tetap ceria, optimistis, dan semangat menatap masa depan.
Acara pembukaan Festival Anak Huntara berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan hingga selesai.






