Konser ABC Fest Ngabul Tuai Apresiasi dan Kritik

JEPARA || jatenggayengnews.com – Kesuksesan konser musik ABC Fest yang digelar di Lapangan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Sabtu (30/5/2026) malam mendapat beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan perekonomian warga dan pelaku UMKM. Namun di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat menyoroti dampak sosial yang muncul pasca acara berlangsung.

Ribuan penonton memadati lokasi konser yang menghadirkan hiburan musik dan menjadi salah satu agenda terbesar yang digelar di wilayah tersebut. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah turut memberikan keuntungan bagi pedagang dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.

Meski demikian, sejumlah tokoh masyarakat mengaku kecewa atas keputusan Pemerintah Desa Ngabul yang memberikan izin penggunaan lapangan desa untuk kegiatan hiburan berskala besar tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Ngabul, yang akrab disapa Gus Badri, menilai penyelenggaraan konser menimbulkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah desa.

BACA JUGA  Modus Diajak Jalan-jalan, Guru Honorer Cabuli Siswinya

“Saya sangat kecewa. Menurut kami kegiatan seperti ini lebih banyak mendatangkan mudarat daripada manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurut Gus Badri, setelah konser berlangsung muncul berbagai laporan dari warga terkait dugaan perilaku yang dianggap mengganggu ketertiban, mulai dari aksi joget yang dinilai berlebihan, dugaan konsumsi minuman keras, hingga keributan yang melibatkan sejumlah pengunjung.

“Kami menerima berbagai keluhan dari masyarakat. Ini yang menjadi kekhawatiran kami karena dapat berdampak pada kondusivitas lingkungan desa,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat telah menyampaikan aspirasi agar Lapangan Desa Ngabul tidak digunakan untuk kegiatan hiburan malam yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Kami pernah menyampaikan masukan kepada pemerintah desa agar lapangan tidak disewakan untuk kegiatan semacam ini. Karena itu banyak warga yang merasa kecewa ketika kegiatan tersebut kembali digelar,” tambahnya.

BACA JUGA  Ketum Gerindra Prabowo Subianto Sambangi Acara Konsolidasi Akbar Pengurus Gerindra

Pandangan serupa disampaikan Fatkur, aktivis GP Ansor setempat. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut dinilai tidak sejalan dengan hasil komunikasi yang pernah dilakukan antara pemerintah desa dan sejumlah elemen masyarakat.

“Dalam berbagai pembahasan sebelumnya, kami memahami bahwa lapangan desa tidak akan disewakan kepada pihak luar untuk kegiatan besar yang mengundang massa dalam jumlah banyak, kecuali untuk kepentingan warga desa sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Fatkur mengakui bahwa konser tersebut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

“Memang ada manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Banyak pedagang yang omzetnya meningkat selama acara berlangsung. Namun dampak sosial yang muncul juga harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan bisa dipertimbangkan lebih matang,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga juga menyoroti beberapa kebijakan Pemerintah Desa Ngabul yang dinilai kerap memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Selain persoalan penyewaan lapangan desa, warga menyebut pengelolaan sejumlah aset dan program desa juga pernah menjadi bahan diskusi publik.

BACA JUGA  Pasien ODGJ Kabur dari RSUD Purwodadi, Polisi Turun Tangan

Menurut mereka, pemerintah desa perlu memperkuat komunikasi dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun perbedaan pandangan yang berkepanjangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ngabul terkait kritik yang disampaikan sejumlah tokoh masyarakat tersebut.

Masyarakat berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan sehingga kegiatan serupa di masa mendatang tetap mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa menimbulkan dampak sosial yang meresahkan warga.

Gambar 1 Gambar 2