Luthfi Tawarkan Proyek Investasi Hijau di CJIBF 2026

SEMARANG || jatenggayengnews.com — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menawarkan berbagai proyek investasi strategis kepada para investor dalam ajang Central Java Business Investment Forum 2026 yang digelar di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Proyek yang ditawarkan mencakup sektor energi terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Forum investasi tahunan tersebut dibuka langsung oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman.

Acara tersebut turut dihadiri investor dari berbagai negara, duta besar, asosiasi pengusaha, hingga pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan. Kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah, mitra, dan sebagainya, termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita,” ujar Ahmad Luthfi usai pembukaan acara.

BACA JUGA  Koramil Sawit Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai Di Desa Jatirejo

Menurutnya, sektor investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, nilai investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp110 triliun.

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 sebesar 5,89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 5,61 persen.

BACA JUGA  Tragiss 4 Polisi Diperiksa Akibat Peras 2 Waria

“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita, perlu adanya forum-forum seperti ini,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Kita siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance oleh pemerintah pusat agar bisa cepat terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam peta investasi nasional. Ia menyebut capaian investasi Jateng pada 2025 hingga triwulan I 2026 termasuk yang tertinggi secara nasional.

“Pertumbuhan ekonomi itu, sebenarnya 30 persen kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini, CJIBF yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng dan Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga angka pertumbuhan realisasi investasi ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Apel Operasi Keselamatan Candi 2025 Polres Demak

Ia juga mengapresiasi langkah Jawa Tengah dalam menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru guna mempercepat pertumbuhan industri dan mempermudah proses perizinan investasi.

“Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat,” katanya.

Sebagai informasi, CJIBF 2026 menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya talkshow bertema “Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java’s Leading Sectors”, project showcasing, one on one meeting, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek investasi unggulan di Jawa Tengah.