Jatenggayengnews.com || Pati – Peran aktif kepolisian dalam mendukung pembangunan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Pati. Proyek pembangunan Jembatan “Merah Putih” yang berada di Dukuh Jenggolo, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, kini memasuki tahap akhir dan siap segera digunakan oleh warga.
Jembatan ini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Banyuurip dengan Dukuh Jenggolo serta Desa Pegandan. Selama ini, masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh akibat kondisi jembatan lama yang tidak memadai.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Bakti Sosial Polri yang digagas oleh Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi, setelah melihat langsung kebutuhan infrastruktur di sejumlah wilayah pedesaan.
Kegiatan pengecoran sebagai tahap akhir pembangunan dilaksanakan pada Jumat (17/4/2026) pagi di kawasan Petak 38 M Blok Bunder, wilayah hutan Perhutani RPH Sukobubuk BKPH Muria Pati. Proses ini melibatkan jajaran kepolisian bersama masyarakat setempat yang bergotong royong di lokasi.
Kapolsek Margorejo, Dwi Kristiawan, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 7 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 60 sentimeter. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen dan segera dapat dimanfaatkan.
Pembangunan jembatan ini juga melibatkan Kasat Binmas Polresta Pati, Sunar, serta Wakapolsek Margorejo, Edi Siswoyo, bersama anggota kepolisian dan warga sekitar.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat strategis. Selain memperlancar mobilitas antar desa, akses ini juga mempermudah aktivitas warga, termasuk pelajar yang setiap hari melintas.
Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan hingga 15 kilometer dengan waktu sekitar 30 menit. Namun dengan adanya jembatan baru ini, jarak dapat dipangkas menjadi sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh hanya 10 menit.
Kepala Desa Banyuurip, Sugito, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian.
“Pembangunan ini sangat membantu masyarakat. Aktivitas warga dan anak-anak sekolah menjadi lebih mudah dan efisien,” katanya.
Sinergi antara Polri dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang positif. Selain mempercepat penyelesaian proyek, kebersamaan tersebut juga memperkuat hubungan antara aparat dan warga.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Dalam waktu dekat, Jembatan “Merah Putih” diharapkan sudah dapat digunakan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mobilitas serta perekonomian masyarakat setempat.







