Pocong AI Viral Gegerkan Gandus, Polisi Bertindak Cepat

TNI dan Polri145 Dilihat

PALEMBANG|| Jatenggayengnwes.com– Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan berbagai kemudahan dalam menciptakan konten digital yang tampak nyata. Namun, di balik manfaatnya, teknologi ini juga berpotensi menimbulkan keresahan ketika digunakan tanpa tanggung jawab.

Hal tersebut terjadi di Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, setelah sebuah foto pocong yang diduga muncul di kawasan permukiman warga viral di media sosial. Gambar yang ternyata merupakan hasil rekayasa AI itu sempat memicu kehebohan dan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Foto tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan grup percakapan digital. Sebagian warga mempercayainya sebagai kejadian nyata, sementara lainnya mempertanyakan keaslian gambar yang beredar.

Merespons keresahan yang muncul, aparat kepolisian segera melakukan penelusuran terhadap sumber penyebaran konten tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial F alias E (24), yang diduga sebagai pembuat sekaligus penyebar awal foto viral itu.

Kapolsek Gandus, AKP I Made Budi Harta, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut mengakui bahwa gambar pocong yang beredar bukanlah foto asli, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI.

BACA JUGA  Mantan Anggota Polri, Sat Resnarkoba Polres Grobogan Berhasil Mengungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu

“Yang bersangkutan mengakui foto tersebut dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan,” ujar AKP Made.

Menurutnya, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah gambar digital dapat membentuk persepsi publik ketika disebarkan tanpa penjelasan yang memadai. Tidak sedikit masyarakat yang langsung mempercayai informasi visual tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Hoaks Visual Kian Sulit Dikenali

Perkembangan teknologi AI generatif memungkinkan siapa saja membuat gambar dengan kualitas sangat realistis. Kemampuan ini membuat batas antara foto asli dan hasil manipulasi digital semakin sulit dibedakan.

Para pegiat literasi digital telah lama mengingatkan bahwa ancaman hoaks kini tidak hanya berbentuk teks atau video editan sederhana. Gambar hasil AI bahkan mampu menghadirkan detail yang sangat meyakinkan sehingga berpotensi menyesatkan publik apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Dalam kasus di Gandus, kecepatan penyebaran foto didorong oleh tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap konten yang dianggap unik, mengejutkan, dan mengundang perhatian.

Polisi Dalami Motif Penyebaran

Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif pembuatan dan penyebaran gambar tersebut. Penyidik berupaya memastikan apakah tindakan itu dilakukan sekadar untuk mencari sensasi di media sosial atau memiliki tujuan lain yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

BACA JUGA  Pastikan Kesehatan Anggota, Polres Grobogan Gelar Rikkes Berkala Tahun 2024

Meski telah dilakukan pemeriksaan, polisi belum menetapkan status tersangka terhadap pembuat konten tersebut. Proses pendalaman masih berlangsung untuk memperoleh fakta secara menyeluruh.

AKP Made juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di ruang digital. Menurutnya, verifikasi informasi merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Teknologi Harus Digunakan Secara Bertanggung Jawab

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Gandus menilai kasus tersebut sebagai pengingat penting tentang penggunaan teknologi secara bijak. Camat Gandus, Jufriansyah, mengajak masyarakat, khususnya para kreator konten, untuk memanfaatkan teknologi AI sebagai sarana edukasi, inovasi, dan pengembangan kreativitas.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya menjadi alat yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan keresahan atau ketakutan.

“Teknologi perlu digunakan untuk hal-hal yang produktif dan memberikan nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres Kendal Beri Penghargaan untuk 13Anggota Berprestasi

Literasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak

Kasus viral foto pocong AI di Gandus menjadi bukti bahwa literasi digital semakin penting di era perkembangan teknologi yang begitu pesat. Kemampuan untuk memeriksa, memahami, dan memverifikasi informasi menjadi benteng utama dalam menghadapi banjir konten digital yang beredar setiap hari.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai foto maupun video yang beredar tanpa sumber yang jelas. Memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi dan menunggu konfirmasi dari pihak berwenang merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah penyebaran hoaks.

Di tengah era kecerdasan buatan yang terus berkembang, kesadaran digital menjadi kunci agar ruang informasi tetap sehat, aman, dan tidak dipenuhi kabar menyesatkan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2