Probolinggo Luncurkan Akademi untuk Perangi Kemiskinan

Tentang Kami3884 Dilihat

Probolinggo || Jatenggayengnews.com – Gebrakan baru kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di bawah kepemimpinan Bupati dr. Mohammad Haris (Gus Haris). Kali ini, Pemkab resmi meluncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan, sebuah program inovatif yang digadang-gadang menjadi senjata utama memutus rantai kemiskinan di wilayah tersebut.

Peresmian yang digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Selasa (7/10/2025), berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Tampak hadir jajaran Forkopimda, Sekda Ugas Irwanto, Kepala BPSDM Jawa Timur Ramliyanto, Deputi BP Taskin RI Zaidirina, Deputi II LAN RI Erna, hingga Kepala LAN RI Muhammad Taufiq.

Prosesi peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gus Haris bersama jajaran pusat dan provinsi sebagai simbol dimulainya era baru dalam penanganan kemiskinan di Probolinggo.

“Bukan Seremoni, Ini Komitmen Nyata” – Gus Haris

Dalam sambutannya, Gus Haris menegaskan bahwa Akademi Pengentasan Kemiskinan bukanlah acara seremonial belaka, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk menuntaskan persoalan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Komnas HAM Menegaskan Mengutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis yang Berlubang Kali

“Kami tidak ingin sekadar berbicara. Akademi ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil. Kita akan bergerak bersama masyarakat untuk menekan angka kemiskinan di setiap lini,” ujarnya dengan tegas.

Gus Bupati juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Probolinggo tengah membangun tiga “rumah besar” yang menjadi strategi kunci pembangunan daerah, yaitu:

Satgas Kemiskinan,
Satgas IPM (Indeks Pembangunan Manusia), dan
Satgas Infrastruktur.
Ketiganya akan bekerja secara sinergis berdasarkan peta prioritas pembangunan yang telah disusun pemerintah daerah.

Model Nasional Pengentasan Kemiskinan

Kepala BPSDM Jawa Timur Ramliyanto menyebut, kehadiran Akademi Pengentasan Kemiskinan di Probolinggo merupakan proyek strategis nasional hasil kolaborasi antara LAN RI, BP Taskin RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA  Miris..,Kawasan Wisata Berubah Menjadi Pertambangan

“Probolinggo menjadi daerah pertama yang berani mengeksekusi konsep ini. Kami akan menjadikannya sebagai model nasional bagi kabupaten/kota lain,” ujarnya.

Deputi BP Taskin RI Zaidirina menambahkan, pihaknya mendapat mandat langsung dari Presiden RI untuk memastikan seluruh program pengentasan kemiskinan berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas penyimpangan.

Selain bantuan sosial, BP Taskin juga menyiapkan program industrialisasi rakyat miskin, agar masyarakat penerima manfaat bisa bertransformasi menjadi kelompok produktif dan mandiri.

ASN Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Sementara itu, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menegaskan bahwa reformasi pembelajaran ASN kini difokuskan pada hasil nyata (impact-based learning).

Ia menilai, ASN harus mampu menghasilkan perubahan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya mengejar sertifikat pelatihan.

“Akademi ini bukan tempat mencari ijazah. ASN harus belajar menghasilkan karya yang berdampak. Pemerintah harus hadir dengan hasil, bukan hanya wacana,” tegasnya.

BACA JUGA  Gubernur Papua Barat Serahkan DPA 2026 Senilai Rp4,45 Triliun

Tonggak Baru Pemerintahan Berbasis Hasil

Peluncuran Akademi Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Probolinggo menandai babak baru dalam sistem pemerintahan daerah berbasis kolaborasi dan hasil nyata (result-based governance).

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, program ini diyakini akan menjadi titik balik perjuangan Probolinggo dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.

“Kita mulai babak baru. Dari belajar bersama, bekerja bersama, hingga tumbuh bersama untuk mengakhiri kemiskinan,” pungkas Gus Haris penuh optimisme.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2