Akses Jalan Rusak Parah, Siswa SMPN 2 Tripejaya Gayo Lues Terpaksa Bertarung dengan Lumpur

Tentang Kami485 Dilihat

Gayo Lues || Jatenggayengnews.com – Para siswa SMP Negeri 2 Tripejaya, Kabupaten Gayo Lues, harus berjuang melewati jalan berlumpur dan berbatu setiap hari untuk mencapai sekolah. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan menghambat proses belajar-mengajar, terutama saat musim hujan.

Jalan menuju sekolah sepanjang hampir dua kilometer lebih mirip kubangan tambang ketimbang akses pendidikan. Saat hujan turun, lumpur menelan sandal dan sepatu, meninggalkan noda tebal hingga lutut. Banyak siswa yang jatuh dan terpaksa digendong teman.
Kepala SMPN 2 Tripejaya, Hasan Basri, mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan akses jalan tersebut melalui forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan surat resmi ke dinas terkait. Namun, semua usulan itu belum membuahkan hasil.

BACA JUGA  Tim Gabungan Bea Cukai dan Polri Gagalkan Upaya Pemasukan 20 Kilogram Sabu di Bengkalis

“Sudah beberapa kali kami sampaikan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Hasan, Rabu (8/10/2025).

Kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki kerap menghambat proses belajar-mengajar. Saat musim hujan tiba, banyak siswa datang terlambat, sebagian bahkan terpaksa absen karena tak sanggup melewati jalan licin dan berlumpur itu.

Selain siswa, guru-guru pun kerap menghadapi kesulitan serupa. Ada yang harus memarkir kendaraan di pinggir desa dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer.

Kondisi ini bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi juga gambaran ketimpangan yang masih menganga antara pusat dan pinggiran. Di kota, anak-anak menuju sekolah dengan sepatu bersih dan kendaraan nyaman. Di Tripejaya, anak-anak berjalan dengan pakaian becek dan kaki terperosok lumpur.

BACA JUGA  Puluhan Awak Bus di Temanggung Jalani Tes Urin untuk Pastikan Keamanan Angkutan Liburan

Pemerintah pusat sebenarnya telah menggulirkan berbagai program perbaikan infrastruktur pendidikan. Namun, realisasi di tingkat daerah kerap tersendat oleh birokrasi panjang dan lemahnya koordinasi lintas instansi.

Salah satu aktivis pendidikan lokal mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya tentang membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun jalan menuju sekolah. Karena tanpa akses, pendidikan hanyalah janji kosong di atas kertas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gayo Lues mengenai rencana perbaikan jalan menuju SMPN 2 Tripejaya. Warga dan pihak sekolah berharap keluhan mereka kali ini tidak lagi sekadar masuk daftar usulan, tetapi menjadi prioritas nyata dalam anggaran pembangunan tahun 2026.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2