JAKARTA || Jatenggayengnews.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan terjadinya lima bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kejadian tersebut mencakup banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan, yang sebagian besar dipicu oleh cuaca ekstrem.
Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (23/6) pukul 18.30 WIB. Hujan deras menyebabkan banjir di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang berdampak pada 360 kepala keluarga atau 1.230 jiwa, termasuk satu tempat ibadah dan 360 rumah. BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Karawang telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan darurat di lapangan.
Sementara itu, banjir rob melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/6) dini hari akibat gelombang pasang yang masuk melalui Sungai Glodok. Dampak genangan setinggi 10–50 cm dirasakan di sejumlah kecamatan seperti Kaliwungu, Kendal, dan Patebon. Sebanyak 2.686 KK atau 3.820 jiwa terdampak, termasuk fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan lahan pertanian. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik, dan kondisi air dilaporkan telah surut pada Rabu (25/6).
Di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, banjir terjadi akibat hujan deras yang meningkatkan debit sungai di Kecamatan Amalatu, khususnya Desa Latu, Tomalehu, dan Hualoy. Sebanyak 70 KK atau 325 jiwa terdampak. BPBD telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, meski hujan ringan hingga sedang masih terus mengguyur wilayah tersebut.
Kekeringan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (25/6) akibat kerusakan pompa air PDAM. Sebanyak 163 KK atau 248 jiwa di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, mengalami kesulitan air bersih. BPBD Bima telah menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan warga di dua dusun, Rangga dan Ndora. Situasi kini dilaporkan kondusif.
Bencana lainnya adalah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Selatan yang terjadi di Desa Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan, pada Senin (23/6). Sekitar tujuh hektar lahan terbakar dan pemadaman masih terus dilakukan oleh satgas gabungan menggunakan armada Damkar PB 05 Bakongan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, dalam dua hari ke depan (27–28 Juni). “Hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan banjir rob,” terang BNPB dalam keterangannya.
Masyarakat diminta melakukan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, menyiapkan tempat penampungan air, dan menyusun rencana evakuasi. Pemerintah daerah juga diharapkan siaga dalam mengantisipasi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.





