GroboganJatenggayengnews.com, 25 Februari 2025 – Sebuah kecelakaan terjadi di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, melibatkan sebuah pikap bermuatan tiner yang terbakar setelah menabrak pohon dan terguling. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang, yakni sopir dan penumpang, mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, saat kendaraan jenis Gran Max pikap dengan nomor polisi AD 9892 WW yang mengangkut tiga drum dan lima jeriken berisi cairan tiner, berusaha menghindari lubang di jalan. Sopir yang diketahui bernama Muhammad Rizal Alfi (27) asal Blora, kehilangan kendali dan menabrak pohon, hingga mobil terguling. Cairan tiner yang tumpah kemudian memicu kebakaran setelah percikan api muncul.
Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Mohamad Bimo Seno, menjelaskan bahwa setelah kecelakaan, mobil terbakar habis, bahkan api sempat mengenai rumah warga sekitar. Beruntung, kebakaran tersebut tidak merambat lebih luas dan segera dapat dipadamkan oleh warga yang melihat kejadian. “Mobil langsung ludes terbakar, dan api sempat mengenai rumah warga. Namun, sudah ada pihak yang mengganti rugi,” jelas Bimo.
Dua korban, yaitu Muhammad Rizal Alfi (sopir) dan Azrul Wildan Aldi Fahri (17, penumpang), mengalami luka bakar cukup serius. Rizal mengalami luka bakar 30 persen, sementara Azrul mengalami luka bakar 25 persen. Keduanya segera dilarikan ke RSUD Purwodadi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian yang segera tiba di lokasi langsung menangani kejadian tersebut dan mengamankan barang bukti kendaraan. “Kami telah mengamankan kendaraan dan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta saksi-saksi,” tambah Bimo. Penanganan insiden ini selesai sekitar pukul 08.00 WIB.
Bimo juga mengimbau kepada para pengemudi untuk lebih berhati-hati, terutama saat mengangkut barang-barang berisiko tinggi seperti bahan yang mudah terbakar. Polres Grobogan juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berbahaya, guna mengurangi risiko kecelakaan, terutama menjelang Operasi Ketupat Candi 2025 yang akan datang.






