Pati || Jatenggayengnews.com– Remaja berinisial AAP (17), yang sebelumnya tersandung kasus pencurian empat tandan pisang hingga viral di media sosial, akhirnya mendapatkan kepastian terkait kelanjutan pendidikannya. Musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Polsek Tlogowungu, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, pihak sekolah, serta perangkat desa, menghasilkan keputusan bahwa AAP tetap bisa bersekolah.
Musyawarah yang digelar pada Senin (25/2) ini dimediasi langsung oleh Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya keputusan yang terbaik bagi masa depan AAP. “Jika keputusan sudah diambil, kita harapkan bisa diterima dengan baik oleh semua pihak, terutama AAP dan keluarganya,” ujarnya.
Salah satu poin yang diklarifikasi dalam musyawarah adalah mengenai status beasiswa AAP. Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pati melalui perwakilannya, Bapak Amirul, menjelaskan bahwa beasiswa yang diterima AAP berasal dari jalur keluarga kurang mampu, bukan jalur prestasi. Kepala Sekolah SMA 3 PGRI Tayu juga turut hadir untuk memastikan dukungan pendidikan bagi AAP.
Berbagai pihak memberikan nasihat kepada AAP dalam kesempatan tersebut. Bhabinkamtibmas Polsek Wedarijaksa, Aipda Agung Hartono, meminta AAP untuk lebih disiplin dan mengubah sikap ke arah yang lebih baik. Sementara itu, Babinsa Koramil Terangkil, Serka Kolil, menekankan bahwa meski AAP tidak melalui jalur prestasi, ia tetap memiliki peluang untuk sukses di masa depan.
Kepala Desa Tlogowungu juga menyarankan agar AAP lebih rajin dalam belajar, menjauhi perbuatan melanggar hukum, serta mempertimbangkan untuk mondok di dekat sekolah agar lebih terawasi. Dari pihak Cabang Dinas Pendidikan, Bapak Didik menegaskan pentingnya AAP bertobat dan berubah total, serta meminta maaf kepada teman-temannya sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.
Papolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menegaskan bahwa jika AAP memutuskan untuk tetap bersekolah di SMA 3 PGRI Tayu, ia harus siap menerima konsekuensi apabila melanggar aturan sekolah. “Kita semua berusaha memberikan kesempatan agar AAP bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Musyawarah ini menjadi langkah penting dalam mendukung masa depan pendidikan AAP. Dengan kesempatan yang diberikan, diharapkan AAP dapat benar-benar memperbaiki diri dan menjalani pendidikannya dengan lebih serius. (Aji)






