Pidie||Jatenggayengnews.com, 22 Desember 2024 – Mursyidah, penulis pantun Karmina asal Pidie Jaya, berhasil meraih Rekor MURI Se-ASEAN setelah mengikuti rangkaian kegiatan Festival Pantun Nusantara 2024 yang berlangsung di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 21-22 Desember 2024. Prestasi luar biasa ini menambah daftar penghargaan yang diraihnya dalam dunia seni pantun.
Selain dikenal sebagai penulis pantun, Mursyidah juga aktif sebagai pengurus di DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, dan mengajar di salah satu sekolah menengah di Pidie.
Festival Pantun Nusantara 2024
Festival yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) ini mempersembahkan berbagai acara bertema seni pantun yang memukau. Acara dimulai pada Sabtu malam, 21 Desember 2024, di Anjungan Riau dengan Pawai Pantun, yang diikuti oleh lebih dari 500 pemantun dari berbagai negara ASEAN. Para tokoh ternama, seperti Yahya Andi Saputra, H. Erman Zaruddin, dan Mohd. Nasir dari Malaysia, turut ambil bagian dalam pembacaan Pantun ASEAN.
Rangkaian Kegiatan Festival
Pada hari pertama festival, berbagai kegiatan seperti Peraduan Pantun, Parade Pantun, Parade Karmina Pelajar, dan Lagu Pantun memeriahkan suasana. Di akhir hari pertama, diumumkan dan diberikan Piagam Penghargaan untuk 10 Besar Pemenang Pantun dan Karmina.
Pada hari kedua, 22 Desember 2024, acara mencapai puncaknya dengan Malam Anugerah Pantun 2024, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, dan Sutardji Calzoum Bachri yang memberikan orasi pantun. Di malam ini, penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, yang memberikan piagam kepada Mursyidah atas pencapaiannya.
Ungkapan Rasa Syukur
Mursyidah mengungkapkan kebahagiaannya setelah menerima penghargaan bergengsi ini. “Ini adalah wujud apresiasi terhadap seni pantun yang merupakan warisan budaya bangsa,” ujar Mursyidah dengan penuh rasa syukur.
Melalui pencapaiannya, Mursyidah tidak hanya mengharumkan nama daerahnya, tetapi juga membawa seni pantun sebagai warisan budaya Indonesia ke tingkat ASEAN.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






