Probolinggo||jatenggayewngnews.com – Menjelang akhir tahun 2024, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo meluncurkan program pemberdayaan ekonomi umat yang inovatif, berbasis jamaah masjid. Program ini bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dengan memberdayakan jamaah masjid dan menanamkan nilai-nilai spiritual berbasis kedermawanan.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menjelaskan bahwa dalam program ini, setiap jamaah masjid yang memiliki usaha akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 1,5 juta. “Program ini tidak hanya membantu jamaah untuk mengembangkan usaha mereka, tetapi juga menguatkan nilai spiritual melalui kebiasaan bersedekah,” ujarnya.
Program ini dikelola melalui bidang usaha masjid yang memungkinkan pemantauan dan pendampingan lebih mudah. Penerima manfaat diharapkan menyisihkan sebagian hasil usaha mereka dengan sedekah Subuh sebesar Rp 2.000 yang dikumpulkan setiap bulan dan disetorkan ke Baznas untuk pengelolaan zakat dan infak. Sebagai tahap awal, program ini diterapkan di empat masjid di Kabupaten Probolinggo, melibatkan 10 penerima manfaat di setiap masjid, dengan total penerima manfaat mencapai 40 orang.
Muzammil berharap, program ini dapat meningkatkan taraf ekonomi jamaah masjid sekaligus membangun budaya bersedekah. “Kami ingin menunjukkan bahwa usaha ekonomi dan spiritual dapat berjalan beriringan, sehingga pada akhirnya keberkahan menjadi tujuan utamanya,” tambahnya.
Melalui program ini, Baznas tidak hanya bertindak sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Diharapkan, keberhasilan program ini bisa menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Program pemberdayaan ekonomi ummat berbasis jamaah masjid ini menjadi bukti nyata upaya Baznas dalam mendukung masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius,” pungkasnya.






