Jakarta||Jatenggayengnews.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) tepat sasaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan digitalisasi dan integrasi data untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi dalam penyaluran subsidi. Menurutnya, penggunaan data terpadu untuk mengidentifikasi penerima subsidi dapat memastikan bahwa bantuan ini hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
Syafruddin menyarankan penerapan teknologi digital seperti kartu pintar (smart card) untuk mencatat kuota subsidi bulanan bagi penerima. Selain itu, integrasi dengan aplikasi MyPertamina juga dinilai bisa berfungsi untuk memverifikasi penerima subsidi dan mengatur pembelian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. “Penerapan teknologi digital seperti kartu pintar untuk mencatat kuota subsidi bulanan penerima. Integrasi dengan aplikasi MyPertamina juga bisa memverifikasi penerima subsidi dan mengatur pembelian sesuai kuota. Tinggal kita pastikan dengan Pertamina sejauh mana kesiapan mereka untuk menerapkan MyPertamina,” ujar Syafruddin.
Selain itu, Syafruddin menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dan penerapan harga berjenjang sebagai langkah untuk mencegah penyalahgunaan subsidi serta memastikan keadilan sosial. Sebagai langkah alternatif, jika digitalisasi belum sepenuhnya dapat diterapkan, Syafruddin merekomendasikan pemerintah untuk memberikan subsidi langsung dalam bentuk uang tunai kepada penerima manfaat.
“Ini adalah komitmen DPR RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan subsidi yang lebih efisien,” tambahnya.
Langkah-langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa subsidi BBM bisa tepat sasaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan subsidi oleh pihak yang tidak berhak.






