Jatenggayengnews.com-Guru Honorer Nangis sesenggukan dalam sebuah video yang viral di media sosial pada Selasa (20/1/2026). Curahan hati itu langsung menyita perhatian publik setelah sang guru membandingkan gaji yang diterimanya dengan penghasilan sopir Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai jauh lebih besar.
Unggahan itu menyebar cepat dan langsung menuai perhatian luas dari warganet. Banyak yang ikut tersentuh, sekaligus mempertanyakan keadilan kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan tenaga pendidik honorer.
Yang membuat kisah ini semakin terasa “menusuk”, sang guru menyebut kedua sumber gaji sama-sama berasal dari anggaran negara, bahkan disebut terkait dari pos anggaran pendidikan.
“Kami S1, Bahkan Ada yang Sudah Sertifikasi…”
Dalam curhatnya, guru honorer itu menekankan bahwa profesinya bukan pekerjaan sembarangan. Ia menyebut banyak guru honorer sudah mengantongi ijazah sarjana (S1), bahkan beberapa di antaranya telah memiliki sertifikasi pendidik.
Namun, realitas kesejahteraan yang diterima masih jauh dari kata layak.
Walau tidak menyebut angka secara rinci, perbandingan tersebut menyoroti adanya kesenjangan penghasilan yang dinilai cukup mencolok, terutama jika dibandingkan dengan profesi lain dalam program pemerintah.
Viral, Warganet Ikut Geram
Setelah ramai diperbincangkan sejak Selasa (20/1/2026), kolom komentar pun dibanjiri reaksi publik. Banyak yang mengaku miris, karena guru honorer adalah pihak yang selama ini berada di garis depan pendidikan, namun masih sering menjadi kelompok yang paling rentan secara kesejahteraan.
Tak sedikit warganet menilai video itu sebagai gambaran nyata bahwa pengabdian bertahun-tahun belum tentu berbanding lurus dengan penghargaan finansial yang diterima.
Honorer Berharap Ada Perhatian dan Keadilan
Guru honorer yang bersuara dalam video itu berharap pemerintah tidak menutup mata. Mereka ingin ada perhatian yang lebih serius, termasuk evaluasi kebijakan yang dinilai timpang.
Para honorer juga berharap ada keadilan agar profesi pendidik tidak terus-menerus berada di posisi paling lemah, padahal perannya sangat penting dalam mencetak masa depan bangsa.






