JAKARTA|| Jatenggayengnwes.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional dengan menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai **Rp1,5 triliun** kepada PT Pindad. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi industri strategis nasional sekaligus mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama PT Pindad Prof. Sigit Puji Santosa, Direktur Keuangan dan SDM Pindad Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto, serta Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugraha.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis di tengah meningkatnya dinamika dan ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, dukungan sektor perbankan sangat penting untuk memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan optimal.
“Dengan dukungan BTN ini, kami berharap kapasitas produksi Pindad semakin meningkat. Tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, hingga membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja nasional,” ujar Nixon.
Ia menjelaskan, fasilitas pembiayaan yang diberikan berupa **Corporate Loan Facility** senilai Rp1,5 triliun yang terdiri dari **Fasilitas Cash Loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor sebesar Rp125 miliar**, serta **Fasilitas Non-Cash Loan** berupa Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan Letter of Credit (LC) dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp1,375 triliun.
Menurut Nixon, pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis yang dikerjakan Pindad, baik yang berasal dari kementerian maupun lembaga negara, dengan sumber pendanaan APBN murni maupun skema pinjaman dalam dan luar negeri.
Pada tahap awal, fasilitas pembiayaan ini akan difokuskan untuk mendukung sejumlah program unggulan nasional, antara lain produksi **Maung MV3** sebagai kendaraan operasional nasional yang kini digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat negara, produksi berbagai jenis amunisi untuk memperkuat kesiapan pertahanan nasional, serta produksi **Water Canon** guna mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Nixon menegaskan, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari transformasi bisnis BTN melalui strategi **Beyond Mortgage**, yang mendorong perseroan untuk memperluas peran tidak hanya sebagai bank pembiayaan perumahan, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
“BTN siap menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, dan berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Prof. Sigit Puji Santosa, menyambut baik dukungan pembiayaan yang diberikan BTN. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.
Sebagai perusahaan strategis nasional, Pindad memiliki peran penting dalam ekosistem pertahanan Indonesia melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, senjata, munisi, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.
Sigit menambahkan, sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional merupakan faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan dukungan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun tersebut, BTN dan Pindad optimistis dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai
sektor industri dalam negeri.






