Isu Operasi Senyap Divpropam Polri, Sejumlah Petinggi Dikabarkan Diamankan Terkait Dugaan Penyadapan

Tentang Kami17 Dilihat

JAKARTA|| jatenggayengnews.com – Kabar mengenai operasi senyap Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri yang disebut mengamankan sejumlah perwira tinggi kepolisian menjadi sorotan publik.
Informasi yang beredar menyebutkan, seorang jenderal polisi bintang empat berinisial L dan sejumlah petinggi Polri diduga diamankan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Operasi tersebut dikabarkan berkaitan dengan dugaan penyadapan terkoordinasi terhadap sejumlah petinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Kabar tersebut mencuat pada Selasa (3/11/2026), setelah beredar informasi mengenai pemeriksaan internal terhadap sejumlah perwira di lingkungan Mabes Polri.

Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan

BACA JUGA  Pemkab Kudus Gelar Open House, Bentuk Komitmen Untuk Dekat Dengan Masyarakat

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan, operasi tersebut disebut bermula dari penyelidikan terhadap dugaan aktivitas penyadapan terhadap pejabat negara.
Sejumlah perwira aktif dan purnawirawan disebut-sebut terkait dalam pemeriksaan tersebut. Namun, informasi mengenai identitas, jumlah personel, serta peran masing-masing pihak masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Dugaan penyadapan terhadap pejabat negara menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan keamanan komunikasi dan perlindungan informasi strategis negara.
Meski demikian, dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu tidak dapat disimpulkan sebelum adanya penjelasan resmi dan hasil penyidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mabes Polri Diminta Berikan Penjelasan

BACA JUGA  Seleksi Calon Komisaris Bank Bahteramas Sultra Diwarnai Kejanggalan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir sebelumnya memberikan tanggapan mengenai kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media di Jakarta pada Selasa (3/11/2026), Isir menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar.
“Nanti kami cek,” ujarnya.
Pernyataan tersebut belum memberikan kepastian mengenai kebenaran kabar pengamanan sejumlah perwira maupun dugaan penyadapan yang disebut menjadi latar belakang operasi.
Publik pun menunggu penjelasan resmi dari Mabes Polri mengenai status pemeriksaan, identitas pihak yang terlibat, serta perkara yang sedang ditangani.

Menunggu Klarifikasi dan Proses Hukum

BACA JUGA  7 Penyebab Anak Mimisan dan Cara Mengatasinya

Beredarnya informasi mengenai operasi senyap tersebut memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Sejumlah pihak berharap Polri dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Apabila dugaan penyadapan tersebut terbukti, penanganannya diharapkan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebaliknya, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan juga harus tetap mendapatkan perlindungan hak-hak hukumnya selama proses pemeriksaan berlangsung.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai pengamanan jenderal bintang empat berinisial L dan sejumlah petinggi Polri masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi kepolisian.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2