JEPARA || jatenggayengnews.com — Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 di Kabupaten Jepara resmi berakhir pada Senin (31/8/2026). Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari, estafet tersebut selanjutnya diteruskan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus.
Dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ETK menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Pramuka sekaligus momentum memperkuat semangat persaudaraan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Serah terima Tunas Kelapa berlangsung di Balai Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kwarcab Jepara Ratib Zaini menyerahkan Tunas Kelapa kepada Kepala Kwarcab Kudus Bellinda Birton.
Penyerahan itu menandai berakhirnya perjalanan ETK di wilayah Kabupaten Jepara yang berlangsung pada 29-31 Agustus 2026.
Selama berada di Jepara, ETK melintasi 15 Kwartir Ranting (Kwarran) yang mewakili wilayah kecamatan di Kabupaten Jepara. Sementara Kecamatan Karimunjawa menjadi satu-satunya wilayah yang tidak dilalui dalam rangkaian estafet tersebut.
Ratib Zaini mengatakan, pelaksanaan ETK tidak sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, terdapat nilai persaudaraan, gotong royong, pengabdian, serta kesinambungan semangat Gerakan Pramuka yang perlu terus dijaga.
“Kami titipkan Estafet Tunas Kelapa ini kepada Kwarcab Kudus. Lanjutkan perjalanan, kobarkan semangat Pramuka, dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ratib.
Pelaksanaan ETK tahun ini juga terasa istimewa bagi Kwarcab Jepara. Selain menjadi agenda tingkat cabang, Jepara dipercaya menjadi salah satu titik awal pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah.
Ratib berharap kegiatan tersebut dapat semakin mendekatkan Gerakan Pramuka dengan masyarakat di sepanjang rute yang dilalui.
“Melalui kegiatan ini, Kwarcab Jepara berharap dapat memupuk rasa cinta tanah air serta mendekatkan Pramuka dengan masyarakat di sepanjang rute yang dilalui,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kwarcab Kudus Bellinda Birton menyampaikan bahwa menerima ETK merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah bagi pihaknya.
Menurut Bellinda, estafet tersebut tidak hanya harus diteruskan secara fisik, tetapi juga melalui nilai-nilai yang menjadi bagian penting dari Gerakan Pramuka.
“Kami siap melanjutkan estafet ini, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melanjutkan semangat persaudaraan, gotong royong, kemandirian, dan pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bellinda.
Setelah tiba di Kudus, perjalanan ETK 2026 akan dilanjutkan oleh Kwarcab Kudus. Estafet tersebut diharapkan menjadi simbol kesinambungan gerakan kepramukaan sekaligus mendorong anggota Pramuka untuk terus mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi Gerakan Pramuka, perjalanan Tunas Kelapa bukan sekadar perpindahan simbol dari satu daerah ke daerah lainnya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian, kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






