Revolusi Lahan Jateng Optimis Hidupkan Kembali Lahan Tidur

BANJARNEGARA||Jatenggayengnews.com_Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pemanfaatan lahan tidak produktif melalui program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis. Program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan tidur sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Salah satu penerapan program itu dilakukan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan yang sebelumnya tidak produktif selama belasan tahun tersebut ditinjau sekaligus diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Senin (10/8/2026).

Program Revola Jateng Optimis tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi lahan yang selama ini terbengkalai. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

BACA JUGA  DPRD Grobogan Gelar Rapat Paripurna Bahas Jawaban Bupati atas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi petani sekaligus menciptakan sumber penghasilan dari lahan yang sebelumnya tidak memberikan manfaat optimal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap keberhasilan optimalisasi lahan di Banjarnegara dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Menurutnya, masih banyak lahan tidur di kabupaten dan kota yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

BACA JUGA  Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Entry Meeting Satgas Penatausahaan Pemanfaatan BMN

Pemanfaatan lahan tidak produktif dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat kembali menghasilkan.

Program Revola Jateng Optimis pun diharapkan tidak berhenti pada satu lokasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar gerakan tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak lahan tidur yang dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain menggerakkan perekonomian desa, optimalisasi lahan juga menjadi investasi penting bagi masa depan pertanian Jawa Tengah. Lahan yang kembali produktif diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2