BERAU||Jatenggyengnews.com_Proyek rekonstruksi jalan senilai Rp5,2 miliar di Jalan Kenari, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi perhatian publik terkait penggunaan material konstruksi.
Sorotan muncul setelah pekerjaan tersebut terlihat menggunakan besi tulangan wiremesh M4 yang dinilai sebagian pihak belum lazim digunakan untuk konstruksi bahu jalan dengan beban kendaraan yang cukup tinggi. Umumnya, material wiremesh dengan ukuran lebih besar seperti M6 hingga M8 sering digunakan untuk memperkuat struktur beton agar lebih tahan terhadap tekanan dan beban.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek memastikan bahwa penggunaan wiremesh M4 telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
PPK menjelaskan, seluruh tahapan pekerjaan telah mengacu pada dokumen kontrak serta standar teknis yang berlaku. Material yang digunakan juga telah melalui proses pemeriksaan sebelum diaplikasikan di lapangan.
“Penggunaan wiremesh M4 sudah sesuai dengan spek dan gambar kerja yang menjadi acuan pekerjaan,” ujar PPK.
Proyek rekonstruksi jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung kelancaran akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.
Meski demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tetap menjadi perhatian agar hasil pembangunan benar-benar sesuai standar kualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.






