Kronologi Lengkap Peristiwa yang Viral di Media Sosial

Yogyakarta || jatenggayengnews.com-Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan upaya pelestarian warisan budaya melalui kegiatan ekskavasi di Situs Gedong Pusaka yang berada di Kabupaten Bantul. Penelitian arkeologi tersebut dilakukan untuk menelusuri keberadaan bangunan kuno beserta berbagai peninggalan sejarah yang diperkirakan masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Kegiatan penggalian ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkaya data sejarah sekaligus menjaga keberadaan situs budaya agar tetap terlindungi. Selain mencari struktur bangunan, tim arkeologi juga berupaya menemukan artefak maupun bukti aktivitas masyarakat pada masa lalu yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perkembangan kawasan tersebut.

Ekskavasi tahap pertama dilaksanakan selama sembilan hari, yakni pada 2 hingga 12 Juni 2026. Lokasinya berada di kawasan Karangsari Wetan, Padukuhan Pringgolayan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Dalam proses penelitian, tim membuka sebanyak 22 kotak galian yang difokuskan pada area yang diduga menjadi bagian utama dari struktur bangunan.

BACA JUGA  Kesiapan Kejuaraan Bola Voli Cup 2023, Dirlantas Polda Sumsel Meninjau Gedung PSCC

Hasil penelitian awal menunjukkan adanya fondasi bangunan yang masih terjaga dengan cukup baik. Para peneliti menemukan susunan bata yang membentuk denah bangunan persegi panjang. Menariknya, bata-bata tersebut masih diperkuat dengan bahan perekat tradisional atau lepa yang memiliki fungsi serupa semen pada masa kini. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting mengenai teknik konstruksi bangunan pada zamannya.

Menurut tim ahli ekskavasi, keberadaan dinding di hampir seluruh sisi bangunan memperlihatkan bahwa struktur Gedong Pusaka memiliki rancangan yang cukup kokoh. Penemuan ini sekaligus membantu para arkeolog memahami bentuk asli bangunan yang sebelumnya belum diketahui secara pasti.

Selain fondasi dan dinding, tim juga menemukan indikasi keberadaan pintu masuk utama di sisi barat bangunan. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya enam anak tangga yang masih tersisa. Di sisi lain, sebuah bukaan berukuran lebih kecil di bagian selatan diperkirakan berfungsi sebagai pintu keluar, meskipun pada lokasi tersebut tidak ditemukan sisa-sisa tangga seperti di bagian barat.

BACA JUGA  DBH Tak Adil, Bupati Blora Akan Ajukan JR

Temuan-temuan tersebut menjadi bahan penting bagi para peneliti dalam menyusun kembali gambaran arsitektur Situs Gedong Pusaka. Tata letak pintu serta struktur bangunan diperkirakan memiliki fungsi tertentu yang masih akan dikaji lebih mendalam pada tahap penelitian berikutnya.

Berdasarkan hasil analisis sementara terhadap bentuk bangunan dan teknik pembuatannya, para arkeolog memperkirakan situs ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II atau bahkan berasal dari periode yang lebih awal. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa kesimpulan mengenai usia maupun fungsi utama bangunan belum dapat dipastikan karena masih memerlukan penelitian lanjutan.

BACA JUGA  Diduga Ilegal, Tambang Galian C di Desa Jondan Jepara Disorot

Ke depan, hasil ekskavasi ini diharapkan dapat memperkaya informasi mengenai sejarah Yogyakarta sekaligus menjadi dasar dalam penataan dan pengembangan Situs Gedong Pusaka sebagai kawasan edukasi, penelitian, serta destinasi pelestarian budaya. Dengan penelitian yang berkelanjutan, keberadaan situs tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat luas sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah bangsa.

Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2