Harga BBM Non Subsidi Naik, Beban Rakyat Meningkat

Peristiwa106 Dilihat

BANJARMASIN || Jatenggayengnews.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi kembali menjadi perhatian publik. Penyesuaian harga yang dilakukan pemerintah mengikuti perkembangan harga minyak dunia dinilai membawa dampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Fluktuasi harga energi global yang dipengaruhi kondisi geopolitik internasional membuat pemerintah harus menyesuaikan harga BBM non subsidi agar tetap selaras dengan mekanisme pasar. Namun, kebijakan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional di berbagai sektor usaha.

Kenaikan harga BBM menyebabkan biaya distribusi barang dan jasa ikut meningkat. Kondisi ini mendorong para pelaku usaha, mulai dari pedagang pasar tradisional, pasar modern, toko kelontong, hingga pemilik kios kecil, melakukan penyesuaian harga untuk menutupi kenaikan biaya operasional.

BACA JUGA  Dugaan Adanya Jual Beli Parkir Sanawi

Akibatnya, harga sejumlah kebutuhan pokok dan barang konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kenaikan. Situasi ini menimbulkan efek domino yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kalangan pekerja harian, pelaku usaha mikro, serta keluarga berpenghasilan rendah.

Sejumlah warga mengaku semakin kesulitan mengatur pengeluaran rumah tangga karena pendapatan yang diperoleh tidak mengalami peningkatan sebanding dengan naiknya harga berbagai kebutuhan. Selain biaya transportasi yang meningkat, kebutuhan pokok sehari-hari juga cenderung mengalami penyesuaian harga.

BACA JUGA  4 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Ops Pekat Polres Kendal

Pengamat ekonomi menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Program perlindungan sosial, stabilisasi harga bahan pokok, serta penguatan sektor usaha mikro dinilai menjadi langkah penting agar dampak kenaikan BBM tidak semakin membebani masyarakat.

Di sisi lain, pelaku usaha berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mengendalikan inflasi agar aktivitas perdagangan tetap berjalan normal. Mereka khawatir kenaikan harga yang terus berlanjut dapat menurunkan daya beli konsumen dan berdampak pada penurunan omzet usaha.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal negara dan perlindungan terhadap kesejahteraan rakyat. Kenaikan harga BBM non subsidi bukan hanya persoalan energi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat secara luas.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2