Taruna Akpol Perkuat Kompetensi Penanganan Kekerasan Perempuan Anak

TNI dan Polri115 Dilihat

SUMEDANG || Jatenggayengnews.com – Pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi dan profesionalisme calon perwira Polri. Hal itu dirasakan Taruna Tingkat II Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Sumedang.

Melalui program Latja tersebut, para taruna mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai tugas kepolisian di lapangan, termasuk penanganan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan serta anak yang membutuhkan perhatian khusus dan penanganan secara komprehensif.

Salah seorang taruna mengungkapkan bahwa kegiatan Latja memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses penanganan perkara yang tidak hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi juga menitikberatkan pada perlindungan dan pemulihan korban.

BACA JUGA  Ada Apa Dua Wanita Cantik Digelandang Penyidik Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra

“Dalam penanganan kasus kekerasan maupun pelecehan seksual, aparat kepolisian tidak hanya bertugas mengungkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Yang tidak kalah penting adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, serta dukungan selama proses pemulihan trauma,” ujarnya.

Selama berada di Polres Sumedang, para taruna juga mempelajari mekanisme kerja unit yang menangani perempuan dan anak, mulai dari penerimaan laporan, proses penyelidikan dan penyidikan, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti psikolog, tenaga medis, pekerja sosial, dan lembaga perlindungan anak.

BACA JUGA  Kodam IV/Diponegoro Siap Wujudkan Jateng Jadi Provinsi Penyuplai Tertinggi Swasembada Pangan

Selain itu, mereka juga memahami pentingnya langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan angka kekerasan dan pelecehan seksual. Menurutnya, pencegahan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Program Latja di Polres Sumedang diharapkan mampu membekali para taruna dengan pengalaman nyata di lapangan sehingga kelak dapat menjadi perwira Polri yang profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Polres Mojokerto Kota Berhasil Amankan Seorang Remaja Terduga Jambret di Dawarblandong

Melalui pengalaman tersebut, para taruna tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prosedur penegakan hukum, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap korban, khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan serta keadilan.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2