BANGKA TENGAH || jatenggayengnews.com – Praktik dugaan pengeritan BBM subsidi jenis Pertalite kembali terpantau terjadi di SPBU 24.336.142 Jalan Pangkalpinang–Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (17/2/2026).
Berbeda dengan modus penggunaan jeriken, kali ini dugaan mengarah pada sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi agar mampu menampung BBM melebihi kapasitas standar pabrikan. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean sepeda motor dengan pola mencurigakan, seperti pengisian berulang, durasi pengisian lebih lama dari biasanya, serta kondisi kendaraan yang tampak turun di bagian suspensi—indikasi kemungkinan adanya perubahan volume tangki.
Praktik tersebut dinilai tidak hanya melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan. Modifikasi tangki dengan sistem ventilasi tidak standar berpotensi menyebabkan kebocoran hingga memicu kebakaran akibat percikan api atau panas mesin.
Ironisnya, lokasi SPBU tersebut berada tepat di depan Polsek Namang. Namun hingga aktivitas itu berlangsung, belum terlihat adanya penindakan maupun langkah pencegahan dari aparat penegak hukum. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
Aturan dari Pertamina secara tegas melarang pengisian BBM pada kendaraan dengan spesifikasi tidak standar maupun penggunaan yang tidak sesuai peruntukan. Lemahnya pengawasan dikhawatirkan membuka celah praktik ilegal yang merugikan masyarakat umum serta membahayakan keselamatan.
Dalam beberapa waktu terakhir, insiden kebakaran kendaraan yang diduga terkait praktik pengeritan Pertalite juga sempat terjadi di sejumlah SPBU di berbagai daerah. Modifikasi tangki dan prosedur pengisian yang tidak aman disebut-sebut menjadi salah satu faktor pemicu.
Masyarakat kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan penindakan jika ditemukan pelanggaran. Tanpa langkah nyata, potensi kerugian dan risiko keselamatan di lokasi pengisian BBM dikhawatirkan akan terus berulang.






