TEGAL || jatenggayengnews.com – Upaya pencegahan stunting kembali diperkuat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Doktor Kesehatan Masyarakat (DKM) Universitas Diponegoro bertajuk “DKM Mengabdi” yang digelar di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada 15 Januari 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Mahasiswa DKM UNDIP mendorong pemanfaatan pangan lokal yang terjangkau dan bernilai gizi, khususnya pangan berbasis ikan sebagai sumber protein hewani.
Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan stunting.
“Percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak dan penguatan praktik gizi di tingkat keluarga, terutama pada balita,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bappeda Kota Tegal, Kepala Puskesmas Slerok, Camat Tegal Timur, dan Sekretaris Kelurahan Slerok. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan bahwa isu stunting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, layanan kesehatan, kader, dan keluarga sebagai aktor utama pemenuhan gizi anak.
Peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai pengukuran antropometri yang tepat, mulai dari berat badan, tinggi badan, LILA, hingga lingkar kepala, serta cara membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) pada buku KIA untuk memantau pertumbuhan anak. Edukasi juga diperkuat melalui materi Isi Piringku yang menekankan pentingnya protein hewani sebagai strategi kunci pencegahan stunting.
Kegiatan semakin semarak dengan Lomba Kreasi Makanan berbahan dasar ikan dengan batas anggaran Rp50.000. Para peserta mempresentasikan menu olahan sekaligus berdiskusi sebagai ruang belajar bersama.
Sekretaris Program Studi DKM UNDIP, Yudhy Dharmawan, S.K.M., M.Kes., M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Komitmen perguruan tinggi adalah hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Kota Tegal.
“Saya berharap seluruh mahasiswa dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Slerok menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi PKM.
“Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim FKM UNDIP serta tim PKM mahasiswa S3. Pemerintah kelurahan siap mendukung dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan serta mengimbau warga untuk berkolaborasi aktif,” ucapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Puskesmas Slerok, dr. Emy Haryati, M.H.Kes., Cibtac., Cht.
“Kami berharap kegiatan pencegahan stunting ini dapat memberi kontribusi nyata untuk memperkuat pengetahuan dan mendorong peran aktif keluarga dalam menjaga tumbuh kembang balita,” ujarnya.
PKM ini melibatkan 25 ibu balita dan 25 pendamping dengan dukungan kader kesehatan serta unsur wilayah setempat, dan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan keluarga dalam menyiapkan menu bergizi yang realistis dan terjangkau guna mencegah stunting di Kota Tegal.






