DEMAK||Jatenggayengnews.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini memperkuat sistem peringatan dini banjir di Provinsi Jawa Tengah dengan memasang instrumen sirene di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak. Masing-masing daerah akan menerima empat unit sirene yang ditempatkan di empat desa rawan banjir.
Program diawali dengan rapat koordinasi integrasi dan penentuan titik lokasi pemasangan sebagai tahapan awal sebelum instalasi sirene dan sensor terpadu. Langkah ini bertujuan memastikan integrasi data dari sensor BMKG, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sehingga informasi peringatan dini dapat tersampaikan secara lebih cepat dan akurat.
Rapat koordinasi untuk Kabupaten Grobogan digelar di Kantor BPBD Grobogan pada Rabu (22/7). Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyambut baik rencana pemasangan sirene di empat lokasi dan berharap prosesnya berjalan lancar agar alat segera dapat dimanfaatkan saat terjadi banjir.
Empat lokasi yang diusulkan di Grobogan meliputi Kelurahan Cingkrong, Desa Kalongan, Desa Kuripan, dan Desa Gubug.
Sementara itu, koordinasi di Kabupaten Demak berlangsung di Kantor BPBD Demak pada Selasa (21/7). Dalam pertemuan tersebut, BNPB turut menghadirkan perwakilan Bappenas, Ricky Rosadi, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar sistem peringatan dini mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana terjadi.
Di Demak, empat desa yang diusulkan sebagai lokasi pemasangan sirene yaitu Desa Lempuyang, Desa Kebonbatur, Desa Telogoweru, dan Desa Sarimulyo.
Analis Kebencanaan Ahli Madya Direktorat Peringatan Dini BNPB, Aminingrum, meminta dukungan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Grobogan, dan BPBD Demak dalam proses pembangunan hingga pemeliharaan sirene agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
BNPB berharap keberadaan sirene di kawasan rawan banjir dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, sehingga warga mampu merespons lebih cepat saat terjadi bencana. Selain itu, sistem peringatan dini juga diharapkan memberi waktu bagi petani untuk mengamankan hasil panen maupun aset, sehingga potensi kerugian ekonomi akibat banjir dapat ditekan.






