BLORA||Jatenggayengnews.com – Lesunya aktivitas ekonomi di kawasan eks Stasiun Jepon menjadi perhatian anggota DPRD Blora, Santoso Budi Susetyo. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat penanganan agar kawasan tersebut kembali memberikan manfaat bagi para pelaku usaha.
Budi mengatakan, kunjungannya ke kawasan eks Stasiun Jepon merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, khususnya para penyewa Hak Guna Bangunan (HGB). Dalam pertemuan tersebut, para pedagang mengeluhkan aktivitas ekonomi yang hingga kini belum berjalan secara optimal.
Salah satu persoalan yang disampaikan warga adalah keberadaan pagar yang membentang di kawasan tersebut. Menurut mereka, pagar itu diduga mengurangi visibilitas pertokoan sekaligus memengaruhi akses menuju lokasi usaha.
“Setelah ini insyaallah akan segera saya sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora agar mengadakan penataan ulang dengan mempertimbangkan aspirasi warga,” ujar Budi, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, penataan kawasan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, fungsi kawasan, serta kepentingan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas perdagangan.
Ia berharap solusi yang nantinya diambil mampu menghadirkan keseimbangan antara penataan wilayah dan peningkatan perekonomian masyarakat.
“Harapan saya ke depan ada solusi berkaitan penataan wilayah tetap berjalan dengan mempertimbangkan keamanan dan lain sebagainya. Yang lebih penting, bagaimana aktivitas ekonomi warga menjadi lebih baik sesuai harapan, terutama para pemilik ruko yang berada di lahan eks Stasiun Jepon,” pungkasnya.






