Blora Gandeng UGM Kembangkan Ayam Kampung

 

BLORA ||Jatenggayengnews.com– Pemerintah Kabupaten Blora menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan ayam kampung sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah ini dibahas dalam forum pengembangan ayam kampung yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Minggu (26/7/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Blora, Arief Rohman, dengan sejumlah guru besar UGM guna membahas potensi ayam kampung sebagai komoditas unggulan berbasis masyarakat. Hadir dalam forum itu para akademisi UGM, jajaran OPD terkait, camat se-Kabupaten Blora, petani milenial, kelompok peternak, serta pelaku usaha ayam kampung.

 

Dosen Fakultas Peternakan UGM, Dr. Heru Sasongko, menegaskan keberhasilan pengembangan ayam kampung tidak cukup hanya dengan menambah populasi ternak. Menurutnya, yang harus dibangun adalah ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran.

BACA JUGA  Prajurit TNI Tewas Ditembak Rekan di Kafe

 

Ia juga menyoroti persoalan seleksi negatif yang selama ini terjadi di kalangan peternak. Ayam dengan pertumbuhan terbaik cenderung dijual, sementara ayam yang kualitasnya lebih rendah dijadikan indukan. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan penurunan kualitas genetik ayam kampung dari waktu ke waktu.

 

Untuk mengatasinya, UGM mendorong penerapan seleksi positif dengan memilih ayam terbaik sebagai indukan agar kualitas genetik terus meningkat. Heru menambahkan, ayam lokal Indonesia memiliki nilai genetik yang tinggi dan menjadi salah satu sumber penting dalam perkembangan berbagai rumpun ayam modern di dunia.

 

Dalam pemaparannya, Heru memperkenalkan konsep Empat Pilar Keberhasilan Peternakan Ayam, yakni penggunaan bibit unggul, pemberian nutrisi optimal, penerapan manajemen pemeliharaan yang baik, serta penciptaan lingkungan kandang yang ideal. Keempat aspek tersebut harus berjalan beriringan agar produktivitas ternak dapat meningkat.

BACA JUGA  Bermain Bersama 2 Temannya, Anak 13 Tahun Tenggelam di Sungai Curug 7 Bidadari

 

Selain memberikan pembekalan teknis, tim UGM juga melakukan kajian mengenai kebutuhan pasar, kapasitas produksi peternak, serta peluang pengembangan usaha ayam kampung berbasis pedesaan di Kabupaten Blora.

 

Sementara itu, Bupati Arief Rohman menyatakan program tersebut selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan. Setelah sebelumnya fokus pada pengembangan pertanian organik, kini Pemkab Blora berencana menjadikan ayam kampung sebagai salah satu program pemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah.

BACA JUGA  Polres Kebumen Salurkan Bantuan untuk Korban Rumah Roboh di Rowokele

 

Program itu akan dirancang tidak hanya menyasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga mendukung pelaku usaha ayam kampung agar mampu berkembang. Sebagai langkah awal, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), DP4, serta para camat diminta menyusun skema pelaksanaan, mulai dari pemberdayaan masyarakat desa hingga pendampingan teknis di bidang pembibitan, budidaya, kesehatan ternak, dan pengembangan usaha peternakan rakyat.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2