Debit Air kembali Meningkat, Polisi Evakuasi Warga Pait ke Posko Pengungsian

Tentang Kami304 Dilihat

Pekalongan || jatenggayengnews.com – Debit air yang kembali meningkat menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Sragi dan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kembali terendam pada Sabtu (24/1/2026). Menanggapi situasi ini, petugas dari Polres Pekalongan bergerak cepat melakukan evakuasi warga saat menggelar patroli pemukiman.

​Hingga pukul 10.00 wib, puluhan warga dilaporkan telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di posko pengungsian yang telah disediakan.

Kapolsek Sragi AKP Turkhan, S.H., mengkonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan menyusul kenaikan debit air yang cukup signifikan sejak pagi buta. Menurutnya, patroli intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah saat air mulai masuk ke area pemukiman.

BACA JUGA  Eks Dirkeu Sritex Allan Moran Severino Selewengkan Kredit Bank DKI Bayar Utang

​”Benar, wilayah kembali terendam. Saat personel kami melaksanakan patroli rutin di pemukiman, ditemukan debit air yang meningkat sehingga petugas langsung membantu evakuasi warga ke tempat pengungsian yang lebih aman,” ujar AKP Turkhan.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu siang, total sebanyak 43 jiwa telah menempati posko pengungsian. Berikut rinciannya:
​Posko Kecamatan Siwalan: 13 orang (Warga Dukuh Babadan, Desa Pait).
​Posko Lokatex: 30 orang (Warga Dukuh Tugurejo, Desa Pait).

BACA JUGA  Polres Pasuruan Raih Penghargaan Pelayanan Prima

​AKP Turkhan menjelaskan bahwa gelombang pengungsian terbaru terjadi di Dukuh Tugurejo sekitar pukul 07.30 wib.

“Ada penambahan 30 warga dari Tugurejo yang masuk ke Posko Lokatex pagi tadi karena debit air terus naik,” tambahnya.

Saat ini, ketinggian air di dua lokasi terdampak, yakni Dukuh Babadan dan Dukuh Tugurejo, terpantau berada di kisaran 30 cm hingga 50 cm. Meski akses jalan mulai terhambat, pihak kepolisian memastikan bahwa kondisi kesehatan para pengungsi masih terpantau stabil.

​”Untuk kondisi kesehatan pengungsi sampai saat ini alhamdulillah masih dalam keadaan sehat. Kami terus berkoordinasi dengan tenaga medis untuk pemantauan rutin,” tegas AKP Turkhan.

BACA JUGA  Fakta Menggemparkan di Probolinggo, Kakak Korban Ungkap Adiknya Diperkosa dan Diancam Oknum Kyai Pesantren

​Pihak Polres Pekalongan mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi susulan mengingat cuaca yang masih fluktuatif. (ozy)

Editor : Humas Polres Pekalongan

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2