BANYUWANGI || jatenggayengnews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (4/11/2025), menyebabkan tanah longsor di Dusun Banyucindih, Desa Segobang. Material longsor dengan lebar sekitar ±200 meter menutup aliran sungai yang menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak longsor cukup serius. Saluran irigasi menuju area persawahan di Dusun Banyucindih, Serampon Krajan Timur, dan Ledok sementara terputus. Pemerintah Kecamatan Licin bersama perangkat Desa Segobang, BPBD Banyuwangi, serta Dinas PU Pengairan langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan langkah awal penanganan.
Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, S.E., mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi guna mempercepat penanganan dampak longsor.
“Kami sudah berkoordinasi dengan SKPD terkait, khususnya Dinas PU Pengairan. Langkah utama yang harus segera diambil adalah menghubungkan kembali saluran air irigasi yang terputus, karena aliran tersebut mengairi sekitar 139 hektare sawah warga,” ujarnya.
Donny juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana alam. “Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi serupa di wilayah masing-masing,” pesannya.
Seorang petani di Dusun Banyucindih yang enggan disebut namanya mengaku terkejut saat aliran sungai tiba-tiba berhenti. “Kami kaget, tiba-tiba aliran sungai berhenti karena tertutup tanah longsor. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki saluran irigasi supaya pengairan tidak terhenti dan tanaman padi tetap tumbuh subur,” ungkapnya.
Kepala BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, S.T., menjelaskan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penanganan awal di lokasi. “Tim kami sudah datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan koordinasi dengan instansi teknis. Kami juga sedang memantau potensi longsor susulan, karena curah hujan di wilayah Licin masih cukup tinggi,” jelas Danang.
Ia menambahkan agar warga tetap waspada terhadap kondisi sekitar tebing dan aliran sungai. “Kami mengimbau seluruh warga agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area rawan longsor dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Segobang, Imro’atul Husnah, menyampaikan bahwa pihaknya bersama aparat kecamatan dan BPBD bergerak cepat menanggulangi dampak longsor.
“Setelah kejadian, kami bersama Pak Camat, BPBD, dan Dinas PU Pengairan langsung turun ke lapangan untuk memastikan aliran irigasi bisa segera dipulihkan. Kami juga mengimbau warga agar sementara tidak beraktivitas di area yang retak dan menjaga kondisi tebing agar tidak terjadi longsor susulan,” terang Imro’atul.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari Kecamatan Licin, Pemerintah Desa Segobang, BPBD Banyuwangi, dan Dinas PU Pengairan terus menyiapkan langkah teknis untuk menormalkan kembali aliran irigasi serta memastikan keamanan area sekitar dari potensi longsor susulan.






