Bahaya Narkoba Mengintai, Keluarga dan Sekolah Jadi Benteng Perlindungan Generasi Muda

Nasional370 Dilihat

JAWA TIMUR || jatenggayengnews.com — Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda. Seorang aktivis dari organisasi nirlaba di Jawa Timur menceritakan kondisi tragis seorang pecandu narkoba yang hidup seorang diri, kehilangan akal sehat, dan terpaksa menjual seluruh barang miliknya bahkan bagian rumah demi mendapatkan narkoba.

Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah penangkapan Leonardo Arya alias Onad, seorang artis, oleh tim Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Polisi menduga Onad menjadi korban peredaran narkoba, menunjukkan bahwa bahaya ini bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

BACA JUGA  Pengelola Parkir di Bawah Terowongan Mall Panakukang Square Protes

Dampak narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mental, mengurangi produktivitas, dan menimbulkan beban sosial. Pemulihan dari kecanduan membutuhkan waktu lama dan biaya besar, baik bagi korban maupun keluarga.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan regulasi, penegakan hukum, dan kampanye kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba. Pemerintah mencatat narkoba telah menelan 3,3 juta korban di Indonesia, menjadikan generasi muda sebagai target utama pengedar.

Salah satu faktor utama seseorang terjerumus narkoba adalah lingkungan pergaulan yang salah. Pengedar sering memanfaatkan rasa penasaran calon korban dengan menawarkan narkoba secara gratis, sehingga kecanduan berkembang cepat.

BACA JUGA  Skandal Pagar Laut Tangerang: Pemeriksaan Juru Ukur dan Penerbit Sertifikat oleh APIP

Kunci pencegahan terletak pada kolaborasi antara keluarga dan sekolah:

  • Di rumah, seluruh anggota keluarga harus peduli, mendengarkan, dan menciptakan lingkungan nyaman agar anak tidak mencari pelarian di luar rumah.
  • Di sekolah, guru, staf, dan petugas harus peduli terhadap siswa. Program guru wali yang diterapkan di SMA dan SMK sebaiknya juga diterapkan di SMP, memungkinkan guru membangun komunikasi intensif dengan siswa dan orang tua, sehingga kolaborasi sekolah dan keluarga dapat berjalan efektif.
BACA JUGA  Harga Kedelai Naik, Pengrajin Resah

Dengan kepedulian, komunikasi intens, dan kasih sayang, keluarga dan sekolah dapat menjadi benteng utama melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2