Harga Kedelai Naik, Pengrajin Resah

Nasional257 Dilihat

Lubuklinggau || jatenggayengnews.com – Kenaikan harga komoditas kedelai di Kota Lubuklinggau kian meresahkan para pedagang dan pelaku usaha kecil. Hingga Rabu (8/4/2026), harga kedelai impor tercatat mencapai Rp11.800 per kilogram.

Lonjakan harga ini diduga dipicu dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu jalur logistik global, sehingga berimbas pada pasokan bahan baku di dalam negeri.

Salah satu pedagang, Haziji, mengaku kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak setelah Hari Raya Idulfitri.

BACA JUGA  Skandal 4 Milyar Oknum Dewan Etik Golkar Diduga Tipu Eks Caleg

“Awalnya harga masih di kisaran Rp10.800 per kilogram, lalu naik menjadi Rp11.000, dan sekarang sudah mencapai Rp11.800 per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, terutama dari Amerika Serikat, membuat harga sangat rentan terhadap gejolak global.

Kondisi ini turut dikeluhkan para pengrajin tahu dan tempe yang harus menghadapi kenaikan biaya produksi. Jika terus berlanjut, kenaikan harga tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA  Ultah Pejabat di Paris Tuai Sorotan

Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga kedelai agar aktivitas produksi tetap berjalan dan tidak membebani masyarakat.

Kenaikan harga komoditas ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi sektor usaha kecil yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Gambar 1 Gambar 2