JAKARTA||Jatenggayengnews.com_Rencana memperkuat kemandirian fiskal pemerintah daerah melalui instrumen pembiayaan alternatif kini kembali menjadi sorotan utama. Isu krusial ini mencuat ke permukaan setelah adanya laporan terbaru dari badan PBB, United Nations Development Programme (UNDP).Dalam laporan tersebut, UNDP mengungkapkan sebuah fakta bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pemerintah daerah di Indonesia yang berhasil menerbitkan obligasi daerah. Padahal, instrumen ini dinilai sangat potensial untuk mendanai berbagai proyek strategis di tingkat regional tanpa terus-menerus bergantung pada anggaran pusat.Merespons kondisi tersebut, Dewan Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (DPP SMSI) langsung bergerak cepat dengan menggelar pertemuan strategis di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026. Pertemuan ini difokuskan untuk membedah tantangan serta merumuskan solusi konkret terkait pembiayaan pembangunan.Melalui rapat koordinasi ini, SMSI aktif membahas penguatan kemandirian fiskal daerah sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi pembiayaan baru. Sinergi ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pendanaan alternatif demi percepatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat lokal.
SMSI Gelar Rapat Bahas Kemandirian Fiskal Daerah






