JEPARA || jatenggayengnews.com — Abrasi pesisir semakin mengkhawatirkan warga Dukuh Wonorejo RW 06, Desa Surodadi, dan Dukuh Bandengan RW 03, Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Gelombang laut yang semakin agresif menyebabkan daratan terkikis puluhan meter setiap tahun, menempatkan sekitar 2.000 jiwa dalam kondisi waspada.
“Air laut wes mempet omah lur… abrasi wes parah iki,” ujar MA (45), warga RW 06 Surodadi, menunjuk ombak yang mendekati rumahnya. MA menjelaskan kondisi selalu memburuk saat musim hujan, dan dalam empat hari terakhir air laut beberapa kali sudah memasuki pemukiman.
Keluhan serupa datang dari MT (43), warga Dukuh Bandengan. Ia menyoroti minimnya aksi nyata pemerintah. “Pantai Seribu Ranting yang dulu indah dan ramai, sekarang tinggal nama. Selama tiga tahun terakhir daratan hilang hampir 200 meter,” tegasnya.
Petinggi Desa Panggung, Syamsul Huda, membenarkan kerusakan pesisir sudah sangat mengkhawatirkan. “Setiap Musrenbangcam kami selalu usulkan pemecah gelombang atau sabuk laut, tapi tidak ada respon,” ujarnya, memperingatkan bila tidak ada tindakan, gelombang akan menghantam rumah warga dalam lima tahun ke depan.
Petinggi Desa Surodadi, Zainul Ikhsan, menambahkan, abrasi di RW 06 sudah pada tahap parah. “Kami hanya menyampaikan keluhan warga. Sudah sering koordinasi dengan pemerintah, tapi belum ada realisasi,” katanya.
Camat Kedung, Himawan Muttaqin, memastikan telah mengetahui situasi dan akan mengajukan audiensi ke Bupati Jepara. “Saya minta mereka menyiapkan bahan lengkap untuk usulan penanganan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jepara, Muh. Tahsin, menyatakan kondisi geografis dua desa ini lebih ekstrem dibanding desa pesisir lain. Penanaman mangrove sudah dilakukan di beberapa titik, namun pembangunan infrastruktur besar seperti sabuk laut berada di kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.
Ribuan warga kini menunggu langkah nyata pemerintah. Tanpa intervensi serius, ancaman tenggelamnya dua desa pesisir bukan lagi wacana, melainkan tinggal menunggu waktu.






