Polsek Krejengan Sinergi Santri Jaga Damai Harlah KH Bisri

Nasional404 Dilihat

PROBOLINGGO || jatenggayengnews.com – Di tengah kontroversi aksi damai protes santri terkait tayangan televisi yang memicu perdebatan di kalangan pesantren, suasana berbeda justru terjadi di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Pada Minggu pagi (19/10/2025), jajaran Polsek Krejengan memilih pendekatan damai dan sinergi dengan bergabung langsung dalam acara Harlah dan Haul ke-16 KH. Akhmad Bisri di Pondok Pesantren Robithatul Islam.

Kapolsek Krejengan, IPTU Miftahol Rahman, S.H., M.H., bersama BRIPKA Juniar, hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menyapa, berdialog, dan memberikan pesan kamtibmas dengan cara santai namun bermakna kepada para kiai, alumni, dan santri.

“Menjaga keamanan itu bukan cuma tugas polisi, tapi juga bagian dari ibadah. Kalau suasana adem, belajar pun lancar,” ujar IPTU Miftahol disambut tawa hangat santri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program ke-5 PRESISI Polri: Peningkatan Kinerja Pemeliharaan Kamtibmas, yang merupakan inisiatif Polres Probolinggo di bawah kepemimpinan Kapolres Probolinggo untuk mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat pesantren.

“Kami ingin pesantren merasa aman, nyaman, dan didengar. Karena dari pesantren inilah lahir para penyejuk bangsa,” tambah IPTU Miftahol.

Acara yang juga dihadiri oleh KH. Ahmad Hafidz Bisri, pengasuh Ponpes Robithatul Islam, mendapat apresiasi dari para tokoh agama dan masyarakat setempat.

“Sinergi seperti ini perlu terus dijaga. Kalau polisi dan santri sudah kompak, jangankan menjaga desa, menjaga Indonesia pun insyaAllah siap,” kata salah satu tokoh dengan penuh semangat.

Selain itu, patroli dialogis juga dilakukan di sekitar lokasi acara guna memastikan suasana tetap aman dan kondusif. Hingga acara selesai, suasana berlangsung lancar dan penuh keakraban tanpa ketegangan, yang membuktikan bahwa harmoni antara aparat dan santri masih kuat di wilayah Probolinggo.

Polres Probolinggo terus menegaskan komitmennya untuk mewujudkan wilayah yang BERKAH (Bekerja, Ikhlas, Amanah) dengan pendekatan yang humanis, religius, dan partisipatif. Menurut mereka, menjaga kamtibmas bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati demi menjaga kedamaian bersama.

BACA JUGA  Kepala Staf Kepresidenan Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis