Babinsa Koramil Rogojampi Dampingi Petani Badean, Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Program Sumur Bor

Tentang Kami455 Dilihat

ANYUWANGOI || JATENGGAYENGNEWS.com — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat desa, Babinsa Koramil 0825/12 Rogojampi, Serka Muadi, terus menunjukkan komitmen nyata dengan mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Asmoro Bangun di Dusun Cungkingan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari. Pendampingan tersebut difokuskan pada kegiatan pembuatan sumur bor, sebagai solusi atas kendala kekeringan dan keterbatasan irigasi yang kerap dihadapi petani setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/10/2025) itu menjadi bagian dari upaya sinergis antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat tani dalam mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan.

Serka Muadi menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan bukan hanya sebatas pengawasan proyek, tetapi juga bentuk nyata dukungan TNI terhadap kesejahteraan petani.

“Pendampingan ini bukan sekadar memastikan pembangunan sumur bor berjalan lancar, tetapi juga bentuk kepedulian kami terhadap para petani. Ketersediaan air adalah kunci utama keberhasilan pertanian. Karena itu, kami akan terus mendampingi hingga sumur ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

BACA JUGA  Perkuat Sinergi Lintas Instansi di Probolinggo, Polsek Krejengan Gelar Senam Bersama Forkopimcam

Menurutnya, keberadaan sumur bor di lahan pertanian milik Poktan Asmoro Bangun akan menjadi solusi jangka panjang bagi petani untuk mengatasi kekeringan, meningkatkan indeks tanam, serta mendorong produktivitas hasil panen.

Ketua Poktan Asmoro Bangun, Mastur, mengapresiasi langkah dan kepedulian Babinsa yang senantiasa hadir di tengah petani. Ia menilai, sinergi antara TNI dan kelompok tani menjadi kekuatan moral sekaligus dorongan semangat bagi para petani untuk terus berinovasi.

“Dengan adanya sumur bor ini, kami tidak lagi khawatir kekurangan air di musim kemarau. Air tersedia sepanjang tahun, sehingga lahan bisa terus digarap. Ini sangat membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” ungkap Mastur.

BACA JUGA  Tersangka Korupsi KUR BRI Bangsri Kembalikan Uang Rp95 Juta ke Kejaksaan Jepara

Sementara itu, Danramil 0825/12 Rogojampi Kapten CBA Guntur, menegaskan bahwa peran Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan bentuk konkret pengabdian TNI kepada rakyat.

“Kami terus mengarahkan seluruh Babinsa agar aktif turun ke lapangan, berinteraksi langsung dengan petani, dan membantu mencari solusi atas setiap kendala yang dihadapi. Program sumur bor ini sangat strategis, karena menyentuh kebutuhan dasar petani, yakni ketersediaan air,” tegas Danramil.

Ia menambahkan, program ketahanan pangan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan nyata dari semua pihak. Karena itu, pihaknya terus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani agar terbentuk sistem pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Bejat! Pria di Banda Aceh Yang Tega Setubuhi Anak Kandung Sendiri

“Ketahanan pangan yang kuat adalah pondasi ketahanan nasional. Kehadiran TNI harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Kapten CBA Guntur.

Program pembuatan sumur bor di Desa Badean ini, diharapkan menjadi model pemberdayaan petani berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain di Banyuwangi. Dengan dukungan lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan dari Babinsa, Desa Badean kini bergerak menuju kemandirian pangan yang tangguh dan berdaya saing.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2