Kapolresta dan Dandim Sigap Redam Memanasnya Aksi di Alun-Alun Pati, Dugaan Penyusupan Anarko Mencuat

Tentang Kami254 Dilihat

Pati || jatenggayengnews.com– Gelombang massa memenuhi Alun-Alun Pati sejak Rabu pagi (13/08/2025) untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Aksi yang awalnya berlangsung damai, mulai menunjukkan tanda-tanda memanas saat siang hari.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Dandim 0718/Pati turun langsung ke lapangan. Kehadiran keduanya bertujuan mencegah terjadinya bentrokan dan memastikan jalannya unjuk rasa tetap dalam koridor hukum.

“Kami imbau seluruh peserta untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Sampaikan aspirasi dengan cara yang damai,” kata Kombes Jaka Wahyudi di tengah kerumunan massa.

BACA JUGA  Polda Jateng Apresiasi Masyarakat dan Petugas, Perayaan Natal di Jawa Tengah Berlangsung Aman dan Kondusif

Ketegangan memuncak ketika sejumlah peserta aksi mulai melempar botol air mineral ke arah aparat yang berjaga. Petugas berupaya meredakan situasi dengan pendekatan persuasif, namun suasana panas tak serta-merta mereda.

Di tengah kondisi tersebut, mencuat dugaan adanya kelompok anarko yang menyusup dan memprovokasi massa untuk melakukan tindakan anarkis. Aparat gabungan TNI-Polri segera melakukan pemantauan ketat serta mengidentifikasi oknum-oknum yang berusaha memperkeruh keadaan.

BACA JUGA  Pramono Anung Obral Diskon Gila-gilaan Pajak Hotel dan Restoran di Jakarta

“Kami minta rekan-rekan tidak terpengaruh pihak yang ingin memanfaatkan aksi ini untuk tujuan tertentu. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Pati,” tegas Kapolresta.

Barikade pengamanan dibentuk di sejumlah titik strategis sekitar Alun-Alun. Meski bersiaga penuh, Kapolresta menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan dilakukan secara humanis dan proporsional.

“Kami bukan untuk membungkam suara rakyat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan aman dan tertib,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dijaga. “Jangan sampai aksi yang bertujuan menyuarakan kepentingan rakyat berubah menjadi kerusuhan yang merugikan semua pihak,” tutup Kombes Jaka Wahyudi.(Aji)

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2