WBP Rutan Jepara Produksi Kerupuk Pisang, Latih Jiwa Wirausaha

JEPARA || jatenggayengnews.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara kembali menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui kegiatan produksi kerupuk pisang, yang kini mulai dikenal sebagai produk unggulan hasil pembinaan di dalam rutan. Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali para WBP dengan keterampilan praktis bernilai ekonomi.

Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membantu warga binaan mempersiapkan diri agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami ingin para WBP tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang bermanfaat. Melalui pelatihan ini, mereka bisa belajar berwirausaha dan membangun masa depan yang lebih cerah setelah bebas,” ungkap Renza, Sabtu (28/6/2025).

BACA JUGA  Kapolri dan Panglima TNI Melihat Langsung Kesiapan Venue GWK

Di bawah bimbingan petugas rutan, para WBP tidak hanya diajarkan cara membuat kerupuk pisang yang renyah dan lezat, tetapi juga diperkenalkan pada aspek manajemen produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. Produk ini kini mulai dikenal oleh masyarakat sekitar dan mendapat respons positif.

BACA JUGA  Operasi Ketupat Candi 2025: Satlantas Polres Kendal Pastikan Keamanan Pemudik di Rest Area

Selain membekali keterampilan teknis, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membentuk karakter warga binaan—termasuk nilai disiplin, ketekunan, serta kerja sama dalam tim. Rutan Jepara berharap kegiatan semacam ini bisa memberi harapan baru bagi WBP untuk menjalani hidup yang lebih baik.

BACA JUGA  Mbok Mlayu 2025: Ajang Pemberdayaan Perempuan dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

“Kami ingin mereka bisa kembali ke masyarakat dengan kepercayaan diri, punya kemampuan, dan niat untuk berkontribusi positif,” tambah Renza.

Rutan Jepara berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan serupa di masa mendatang, demi memastikan proses reintegrasi sosial para WBP berjalan efektif dan bermakna.