GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Di balik tembok Lapas Kelas IIB Purwodadi, tumbuh semangat kemandirian yang membanggakan. Lapas ini kembali mencatatkan capaian positif melalui panen puluhan buah melon segar serta hasil peternakan ayam petelur yang dikelola warga binaan.
Program tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga mampu menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata, baik secara ekonomi maupun keterampilan.
Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kami memanen buah melon dan ayam petelur sebagai aksi nyata bahwa Lapas dapat menjadi salah satu pionir dalam ketahanan pangan, meskipun dengan berbagai keterbatasan,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Menurutnya, kegiatan pertanian dan peternakan ini dirancang sebagai bagian dari program pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Program ini juga selaras dengan visi pemerintah melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta didukung kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam mendorong ketahanan pangan berbasis pembinaan.
“Melalui program ini, kami berharap warga binaan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat digunakan saat mereka bebas nanti. Ini menjadi afirmasi positif sekaligus media pembelajaran,” jelas Erik.
Hasil panen melon dan telur tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehat di lingkungan lapas, tetapi juga digunakan dalam kegiatan sosial. Sebagian hasil bahkan dibeli oleh petugas dengan harga pasar, sehingga memberikan nilai ekonomi langsung.
Menariknya, warga binaan yang terlibat dalam program ini juga mendapatkan premi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
“Hasil pertanian dan peternakan kami olah untuk kebutuhan dapur lapas, sebagian untuk aksi sosial, dan juga dibeli oleh petugas. Hasilnya kami berikan kembali kepada warga binaan dalam bentuk premi,” tambahnya.
Selain sektor pertanian dan peternakan, Lapas Purwodadi juga terus mengembangkan berbagai program pembinaan lain, seperti pembuatan kerajinan tangan dan produk kreatif.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Lapas Purwodadi menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat menjadi ruang pembinaan yang produktif, sekaligus menumbuhkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.







