JAKARTA || jatenggayengnews.com — Pelaksana Tugas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Mayjen TNI (Purn) Harianto, mengadakan pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (16/4/25). Hadir dalam pertemuan tersebut Counsellor Mr. Zhang Ke, First Secretary Mr. Geng Jianzhong, dan Third Secretary Ms. Qian Shennan.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok, serta menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Salah satu fokus utama diskusi adalah strategi Pemerintah Tiongkok dalam mengentaskan lebih dari 800 juta orang dari kemiskinan—pencapaian besar yang mendapat pengakuan dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, pada 2021.
Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI (Purn) Harianto menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan penurunan tingkat kemiskinan relatif hingga 4,5% pada tahun 2029.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Indonesia telah menyusun berbagai program pro-rakyat, antara lain:
Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mendukung tumbuh kembang anak dan mengatasi stunting
Koperasi Merah Putih sebagai sarana penguatan ekonomi kerakyatan
Berbagai inisiatif peningkatan kesejahteraan pedesaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif
Plt. Deputi V KSP menekankan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antarnegara untuk mendukung pemberantasan kemiskinan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran tenaga ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden yang turut berdiskusi dan menelaah peluang kerja sama lanjutan antara kedua pihak.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






