Lagi – Lagi Dalih “Umroh Gratis” Diduga Jadi Ajang Penipuan

PONOROGO ||jatenggayengnews.com – Dugaan Penipuan dengan dalih “Umroh Gratis” muncul setelah sejumlah korban resmi melaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo, terhadap CV Intan Mina Abadi Putra (IMAP), yang beralamat di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Program umrah gratis ini pertama kali diperkenalkan pada 2022 oleh Agus Rahmanto, yang disebut-sebut sebagai Dewan Komisaris CV IMAP.
Program umrah gratis yang diklaim disponsori oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari tujuh perusahaan besar nasional, ternyata tidak pernah terealisasi. Para calon jamaah justru diminta memberikan “Sedekah Sukarela” dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per orang.

BACA JUGA  Transparansi Dana BOS Dipertanyakan Benarkah Anggaran Pendidikan Disembunyikan?

Dalam sosialisasi, pihak CV mengklaim program tersebut dibiayai oleh perusahaan-perusahaan besar seperti PT Paiton Energy, PT Dua Kelinci, dan Jhonlin Baratama Group.

Namun setelah diverifikasi, tidak satu pun dari perusahaan tersebut mengakui keterlibatannya.

Setiaji Al Khoriah, Warga Desa Pupus Kecamatan Ngebel, sebagai Koordinator Jama’ah, yang sekaligus korban menyebutkan bahwa dirinya mewakili 200 jamaah yang mengalami kerugian total hingga Rp200 juta.

Ia bahkan mengaku mengalami kerugian pribadi sebesar Rp150 juta karena menyetorkan dana langsung kepada pihak CV Intan Mina Abadi Putra (IMAP).

BACA JUGA  Seorang Penjambret Diringkus Tim Opsnal Polsek Tanjung Priok Polres Metro Jakarta Utara

“Setiap orang diminta menyetor dana menyerahkan Rp1,5 juta, dengan rincian Rp500 ribu untuk paspor dan konsumsi. Sementara untuk vaksin maningitis biaya sendiri dan sisanya Rp1 juta disetor langsung kepada Agus Rahmanto,” ujar Setiaji, saat ditemui, Senin (21/4/2025).

Ia menambahkan, Banyak dari calon jamaah yang telah membuat paspor dan menjalani vaksinasi pun mulai mempertanyakan kejelasan program tersebut.

“Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal martabat. Banyak dari kami sudah bersiap berangkat, bahkan sudah berpamitan dengan keluarga,” kata Setiaji.

Ia menduga jumlah total korban bisa mencapai lebih dari 600 orang dari berbagai wilayah di Ponorogo dan Sekitarnya.

BACA JUGA  Pedagang Jajanan Dianiaya Beberapa Orang Tidak Dikenal di Pasar Karangayu Semarang

Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo hingga saat ini tengah melakukan Penyelidikan terkait kasus “Umroh Gratis” ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV IMAP belum memberikan pernyataan resmi. (Jaya)

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2